• Senin, 26 Oktober 2026
Berita Terbaru

Hutan dan Lahan yang Terbakar: Kenapa Sawit yang Dikorbankan?

Padahal, bagaimana jika seluruh komoditas tersebut dibandingkan menggunakan ukuran ilmiah yang setara?

Mari kita mulai dari produktivitas penggunaan lahan.

Berdasarkan data FAO yang dipublikasikan melalui Our World in Data, pada tahun 2020 produktivitas minyak sawit mencapai 2,94 ton minyak per hektare. Sebagai perbandingan, bunga matahari menghasilkan 0,74 ton, kanola 0,72 ton, dan kedelai hanya 0,46 ton minyak per hektare.

Dengan demikian, untuk menghasilkan minyak nabati dalam jumlah yang sama, kedelai membutuhkan lahan sekitar 6,4 kali lebih luas dibandingkan kelapa sawit. Sementara itu, bunga matahari dan kanola memerlukan lahan sekitar empat kali lebih luas.

Perbandingan ini bahkan belum memasukkan tanaman penghasil minyak lainnya, seperti jagung dan zaitun, yang memiliki karakteristik produktivitas lahan berbeda.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa kelapa sawit mempunyai keunggulan yang sangat signifikan dalam efisiensi penggunaan lahan.

International Union for Conservation of Nature (IUCN), organisasi konservasi internasional, juga pernah mengungkapkan bahwa kelapa sawit menghasilkan sekitar 35 persen minyak nabati dunia dengan menggunakan kurang dari 10 persen luas lahan tanaman penghasil minyak.

IUCN bahkan mengingatkan bahwa menggantikan minyak sawit dengan minyak nabati lainnya tidak otomatis menyelesaikan persoalan lingkungan. Pergeseran produksi ke komoditas yang membutuhkan lahan lebih luas justru berpotensi meningkatkan tekanan terhadap keanekaragaman hayati di wilayah lain.

Kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang dapat berproduksi selama kurang lebih 25 tahun sebelum memasuki siklus peremajaan. Sebaliknya, kedelai, bunga matahari, dan kanola merupakan tanaman semusim yang memerlukan kegiatan penanaman secara berulang.

Bayangkan perbandingan kedua sistem produksi tersebut selama periode 25 tahun.

Artikel Terkait