• Selasa, 20 Oktober 2026
Berita Terbaru

Latih Petani Swadaya Berau hingga Batch 109, Triputra Agro Persada Libatkan 40% Peserta Perempuan

BERAU, SAWIT INDONESIA - Penguatan kompetensi petani swadaya menjadi pilar utama dalam mendorong transformasi industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan. Sebagai wujud kepedulian tersebut, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melalui program TAP Untuk Negeri menggelar pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa) bagi petani swadaya di sekitar operasional PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ), Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Program ini memfasilitasi petani swadaya untuk menimba ilmu secara langsung dari para praktisi senior yang memiliki rekam jejak pengalaman lebih dari 20 tahun di industri kelapa sawit. Pelaksanaan pelatihan di anak usaha TAPG ini telah memasuki Batch 109 dengan diikuti oleh 42 peserta aktif.

Rangkaian materi pelatihan meliputi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), biologi kelapa sawit, persiapan lahan, teknik pembibitan unggul, pemupukan presisi, pengendalian hama/gulma (spot spraying), hingga manajemen panen dan pengaturan songgo (pelepah penyangga).

Poin-poin utama dampak pelatihan bagi hasil kebun warga, inklusi gender, serta keselarasan dengan arahan Kementerian Pertanian meliputi:

  • Edukasi Agronomi Tepat Sasar: Materi difokuskan pada pemangkasan pelepah (pruning), teknik pemilihan dosis pupuk yang akurat, serta metode penyemprotan gulma terarah (spot spraying) agar budidaya kelapa sawit rakyat lebih efisien dan ramah lingkungan.

  • Perluas Partisipasi 40% Perempuan Tani: Program Perkasa secara inklusif membuka ruang bagi keterlibatan perempuan pedesaan. Pada kelompok pelatihan terakhir, keterwakilan peserta perempuan berhasil mencapai 40 persen dari total peserta.

  • Apresiasi Pemerintah Desa: Perwakilan Pemerintah Desa Biatan Ulu, Jarmansyah, mengapresiasi hadirnya program Perkasa yang dinilai menjadi solusi atas belum optimalnya hasil panen warga selama ini. "Harapan kami, pelatihan Perkasa dapat menambah wawasan dan mendongkrak hasil panen dari kebun masyarakat kami," ungkap Jarmansyah, Selasa (20/10/2026).

  • Sejalan dengan Arahan Kementerian Pertanian: Langkah TAPG ini selaras dengan penekanan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengenai krusialnya peran dunia usaha dalam mendampingi pekebun rakyat. "Kita ingin produktivitas sawit rakyat naik dan kualitasnya setara dengan standar industri. Hal itu hanya bisa dicapai jika ada pendampingan, transfer pengetahuan, dan kolaborasi yang kuat," tegas Mentan Amran.

Melalui pendampingan agronomi yang konsisten dan berkelanjutan ini, PT Triputra Agro Persada Tbk berkomitmen terus memperluas akses pengetahuan bagi petani swadaya demi mewujudkan peningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus standar rantai pasok sawit yang ramah lingkungan.

Sumber: metrotvnews.com

Artikel Terkait