• Senin, 26 Oktober 2026
Berita Terbaru

Rampungkan Program 5 Tahun di Aceh, Musim Mas Buktikan Kemitraan Rantai Pasok Mampu Tekan Deforestasi

SUBULUSSALAM, SAWIT INDONESIA - Musim Mas Group bersama mitra rantai pasok globalnya, AAK, mengumumkan rampungnya program kolaborasi lima tahun di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Inisiatif strategis ini membuktikan bahwa kemitraan rantai pasok yang inklusif efektif meningkatkan kesejahteraan petani swadaya sekaligus menekan risiko deforestasi di luar area konsesi perusahaan.

Pemilihan Wilayah Subulussalam menjadi krusial mengingat 87 persen kawasan Ekosistem Leuser yang kaya akan keanekaragaman hayati berada di Provinsi Aceh.

Melalui pendekatan berbasis komunal, program ini berfokus memperkuat kapasitas 117 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pemerintah menggunakan metode train-the-trainer. Para PPL bersama asisten lapangan Musim Mas kemudian mendampingi 2.239 petani swadaya di 48 desa capaian yang jauh melampaui target awal yaitu 40 pelatih dan 1.000 petani.

Director Communications and Sustainability Musim Mas, Olivier Tichit, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam menjawab kompleksitas isu keberlanjutan di lapangan.

"Program Petani Swadaya kami membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menjawab kebutuhan di lapangan dengan menyatukan berbagai pihak di sepanjang rantai pasok. Kami bangga karena manfaatnya dirasakan langsung oleh petani swadaya dan pemerintah daerah," ujar Olivier.

Poin-poin utama edukasi komprehensif, capaian adopsi prinsip NDPE, pemberdayaan perempuan, hingga komitmen rendah karbon meliputi:

Edukasi Praktik Pertanian Baik (GAP) dan Prinsip NDPE:

  • Petani mendapat pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) yang selaras dengan prinsip No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE).

  • Modul lanjutan mencakup literasi keuangan, pengelolaan kebun, kesehatan tanah, hingga persiapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

  • Berdasarkan sampling standar RSPO, sebanyak 82 persen petani swadaya peserta kini telah secara konsisten menerapkan GAP di kebun mereka.

  • Program Khusus Petani Swadaya Perempuan: Women Smallholders Program berhasil menjangkau lebih dari 200 peserta perempuan melalui pelatihan literasi keuangan rumah tangga, kesehatan, dan pemenuhan gizi keluarga.

  • Penguatan Rantai Pasok Berkelanjutan: Sustainable Multi-Oils Manager AAK, Sengbee Ng, mengungkapkan bahwa investasi pada mata pencaharian petani swadaya merupakan langkah nyata membangun rantai pasok minyak nabati yang tangguh, transparan, dan bertanggung jawab.

  • Rekam Jejak Keberlanjutan Musim Mas: Sebagai salah satu produsen minyak sawit terintegrasi terbesar dunia dan anggota RSPO sejak 2004, Musim Mas terus memperkuat komitmen iklim di mana target penurunan emisi gas rumah kaca perseroan telah divalidasi secara resmi oleh Science Based Targets initiative (SBTi).

Keberhasilan proyek Subulussalam ini menjadi cetak biru (blueprint) model pendampingan petani swadaya yang siap direplikasi ke wilayah pemasok komoditas perkebunan lainnya di Indonesia guna mewujudkan tata kelola industri sawit yang bernilai tambah, inklusif, dan ramah lingkungan.

Sumber: antaranews.com

Artikel Terkait