Jakarta, SAWIT INDONESIA - Kinerja keuangan emiten sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit sepanjang semester I/2026 mencatatkan tren positif. Berdasarkan data laporan keuangan semester pertama 2026, laba bersih perusahaan meningkat antara 30%-40% ditopang oleh kombinasi penguatan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) global dan kenaikan volume penjualan.
Selain itu, perusahaan juga mampu mengelola beban operasional dan beban usaha untuk meningkatkan capaian laba bersih.
Berikut ini 8 emiten sawit yang mencetak laba bersih terbesar:
1. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
Emiten berkode SMAR ini membukukan laba bersih Rp2,34 triliun. Melonjak 185,36 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah Rp825,38 miliar.
Penjualan bersih Rp43,73 triliun, surplus 1,08 persen dari fase sama tahun sebelumnya Rp43,26 triliun. Beban pokok penjualan Rp36,8 triliun menciut dari episode sama tahun lalu senilai Rp38,9 triliun. Laba kotor terkumpul Rp6,93 triliun, mengalami peningkatan dari posisi sama tahun lalu senilai Rp4,36 triliun.
Total beban usaha perusahaan Rp3,76 triliun, melonjak dari Rp3,23 triliun. Laba usaha Rp3,15 miliar, melejit 178,76 persen dari Rp1,13 triliun. Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi Rp303,64 miliar, menanjak dari Rp32,1 miliar.
Pendapatan bunga Rp32,14 miliar, naik dari Rp8,49 miliar. Rugi selisih kurs Rp249,65 miliar, bengkak dari Rp39,35 miliar. Beban bunga dan keuangan lainnya Rp474,25 miliar, susut dari Rp566,15 miliar. Beban lain-lain Rp236,01 miliar, bengkak dari Rp67,98 miliar. Laba bersih periode berjalan Rp2,34 triliun, melesat dari periode semester pertama 2025 sebesar Rp825,7 miliar.
2. PT Astra Agro Lestari Tbk
PT Astra Agro Lestari Tbk mencatat konsistensi kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun hingga akhir Juni 2026 atau 56,5% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp702,12 miliar.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp15,26 triliun pada semester I 2026, meningkat 5,62% secara tahunan year-on-year (YoY) dari Rp14,45 triliun.
Peningkatan kinerja tersebut juga tercermin dari laba per saham dasar yang naik menjadi Rp570,94 pada semester I 2026 dari Rp364,80 pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Tingning Sukowignjo, mengatakan penguatan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar global menjadi salah satu faktor yang turut menopang pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang semester pertama tahun ini.
“Peningkatan harga CPO global memberikan dorongan terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan,” kata Tingning dalam keterangan tertulis.














