Penerapan Bioteknologi Sawit Dinilai Strategis

Penerapan Bioteknologi dapat digunakan untuk meminimalisir benih yang tidak berkualitas ditanam sehingga petani tidak lagi dirugikan

Sebagai negara agraris, sudah semestinya Indonesia terus berbenah di sektor pertaniannya agar label sebagai negara agraris tetap eksis. Jika melihat perkembangannya, pertanian dan perkebunan semakin mendapatkan tantangan yang sangat dinamis dan besar sejalan dengan perubahan lingkungan strategis terutama terkait kebutuhan dan ketersediaan hasilnya untuk mencukupi, berkualitas dan dengan harga yang terjangkau masyarakat baik dalam negeri atau luar negeri.

Merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1995 tentang Pembenihan Tanaman menyatakan bahwa benih tanaman merupakan salah satu sarana budidaya tanaman yang mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu hasil budidaya tanaman yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat oleh karena itu sistem perbenihan tanaman harus mampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadai dan berkeseninambungan.

Bioteknologi diyakini akan menjadi bisnis masa depan dan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Diperkirakan, nilai pasar dunia hasil bioteknologi mencapai US$604,40 miliar pada 2020. Indonesia adalah sumber bioteknologi. Jadi, ruangnya luar biasa besar. Bisnis bioteknologi sangat menguntungkan jika telah menguasai riset, teknologi, dan infrastrukturnya

Penerapan Bioteknologi telah mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian, misalnya tanaman tahan lama, tahan penyakit, tahan cekaman seperti kekeringan dan rendaman, tanaman dengan kandungan nutrisi tinggi dan sebagainya.

Bayu Krisnamurthi, Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia yang hadir dalam seminar Refleksi dan Masa Depan Bioteknologi Pertanian dalam mendukung Kedaulatan Pangan di Indonesia, pada Senin (29/1) menegaskan bisnis bioteknologi sangat menguntungkan jika telah menguasai riset, teknologi, dan infrastrukturnya.

Bayu mencontohkan Indonesia mempunyai produsen benih yang mengembangkan teknologi seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang telah mengembangkan teknologi terbaru benih sawit melalui penanda genetik untuk memastikan benih itu bena- benar benih berkualitas seperti benih yang diharapkan.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp