PANGKALAN LADA, SAWIT INDONESIA - Sekat bahasa dan rasa ragu perlahan mencair menjadi tawa ceria di ruang kelas Sekolah Khusus (SKH) Swastika Bunda, Kecamatan Pangkalan Lada. Puluhan siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pengalaman belajar yang tak biasa: berjumpa, berinteraksi langsung, dan belajar bahasa Inggris bersama penutur asli (native speaker) asal Australia, Jeff Millard.
Inisiatif ini digagas oleh PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR) anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk, sebagai langkah nyata dalam merajut pendidikan inklusif dan memupuk rasa percaya diri anak-anak disabilitas di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui pendekatan interaktif yang dekat dengan keseharian seperti menggambar, mewarnai, bernyanyi, dan berbincang ringan anak-anak diajak merasakan langsung bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual bukanlah halangan untuk berani menyapa dunia.
Poin-poin utama dampak psikologis siswa, komitmen inklusivitas PT GSIP-AMR, serta cakupan program cross-cultural learning meliputi:
Dampak Psikologis dan Pengalaman Emosional Para Pendidik:
- Pendidik SKH Swastika Bunda, Sri Rejeki, mengungkapkan bahwa kehadiran pengajar asing secara langsung memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi tumbuh kembang dan rasa percaya diri siswa.
- Sri mengapresiasi PT GSIP-AMR atas kesempatan berharga ini, mengingat bagi sebagian besar anak-anak disabilitas, momen berinteraksi langsung dengan penutur asing merupakan pengalaman pertama yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Komitmen Pendidikan Bermartabat Tanpa Batas:
- Perwakilan manajemen PT GSIP-AMR, Pingkan Nabila Nur Annisa, menegaskan bahwa inisiatif sosial ini berakar pada komitmen moral perusahaan untuk memberikan akses pendidikan yang adil dan bermakna.
- Menurut Pingkan, bahasa Inggris diposisikan bukan sekadar mata pelajaran formal di atas kertas, melainkan jembatan bagi anak-anak Indonesia termasuk penyandang disabilitas untuk memperkenalkan karya dan potensi mereka ke panggung global yang lebih luas.
Cakupan Program Pertukaran Budaya (Cross-Cultural Learning):
- Selain menyapa para siswa di SKH Swastika Bunda, rangkaian kegiatan edukasi lintas budaya ini turut menjangkau pelajar di TK Dahlia, SD dan SMP Astra Agro Lestari, serta SMP dan SMA Pangkalan Lada.
Melalui pendampingan yang menyentuh sisi kemanusiaan ini, PT GSIP-AMR mempertegas komitmen keberlanjutan industri yang tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga pada pembangunan manusia seutuhnya memastikan setiap potensi lokal tumbuh dengan percaya diri, bermartabat, dan berwawasan global.
Sumber: astra-agro.co.id














