Pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada pencapaian gelar. Mahasiswa perlu menjadikan masa kuliah sebagai ruang membangun kompetensi, karakter, kreativitas, sekaligus menghadapi kebutuhan dunia kerja dan persoalan nyata di masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, MS., saat memberikan ceramah motivasi kepada 1.135 mahasiswa baru Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta tahun akademik 2026/2027di GRHA INSTIPER Yogyakarta, Sabtu (5 September 2026) dalam rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru.
“Jadikan momen Saudara menempuh pendidikan tinggi di INSTIPER ini sebagai ruang untuk membangun kompetensi, karakter, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan berbagai persoalan nyata di masyarakat,” kata Prof. Rachmat.
Menurut Prof. Rachmat, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut menjadi karya dan solusi. Generasi muda, kata dia, harus berani mengambil peran dalam pembangunan sesuai bidang keahlian yang dimiliki.
“Indonesia membutuhkan kalian, generasi muda yang siap berkarya membangun Indonesia. Bidang perkebunan dan kehutanan merupakan bidang yang terus berkembang dan telah mendukung pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Pesan tersebut relevan bagi mahasiswa INSTIPER yang sejak awal diarahkan untuk menekuni bidang perkebunan, kehutanan, pertanian, agroindustri, dan bidang terkait. Sektor-sektor tersebut membutuhkan SDM yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, memahami kebutuhan industri, sekaligus memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.
Prof. Rachmat pun mendorong mahasiswa agar tidak pasif selama menjalani pendidikan. Masa kuliah harus dimanfaatkan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta membangun karakter.
“Jadilah pembelajar yang baik dan saat lulus nanti berikan kontribusi terbaik untuk membangun negeri,” tegasnya.
INSTIPER dan Tantangan SDM Perkebunan
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., mengatakan kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas memberikan pengalaman sekaligus perspektif penting bagi mahasiswa baru yang baru memulai perjalanan pendidikan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mendengar langsung pandangan mengenai kebutuhan pembangunan Indonesia dari pejabat yang memiliki tanggung jawab dalam perencanaan pembangunan nasional.
“Hari ini merupakan kesempatan luar biasa karena di tengah-tengah kita telah hadir Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang akan memberikan motivasi kepada seluruh civitas akademika INSTIPER khususnya kepada 1.135 mahasiswa baru,” katanya, pada kesempatan yang sama.
Dr. Harsawardana menegaskan, keputusan mahasiswa memilih INSTIPER merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, perkebunan dan kehutanan merupakan sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian sekaligus pembangunan wilayah.
Perkebunan tidak hanya berkaitan dengan produksi komoditas. Di dalamnya terdapat rantai industri yang panjang, mulai dari penyediaan benih, budidaya, teknologi, pengelolaan sumber daya manusia, pengolahan hasil, hingga pemasaran dan pengembangan produk.
“Keputusan Saudara semua untuk kuliah di INSTIPER Yogyakarta merupakan keputusan yang tepat karena saat Saudara lulus nantinya akan menjadi SDM unggul yang akan berperan aktif dalam pembangunan perkebunan dan kehutanan Indonesia yang merupakan core competency dari INSTIPER Yogyakarta,” ujarnya.
Oleh karena itu, mahasiswa baru tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Mereka perlu membangun kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi dengan teknologi, serta memahami kondisi lapangan.
Kemampuan tersebut menjadi penting karena dunia perkebunan dan kehutanan terus menghadapi perubahan, mulai dari tuntutan produktivitas, keberlanjutan, digitalisasi, mekanisasi, ketelusuran, hingga kebutuhan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.
150 Mahasiswa Baru Dibekali Beasiswa SDM Sawit BPDP
Upaya menyiapkan generasi baru perkebunan juga tercermin dari kehadiran 150 mahasiswa baru INSTIPER penerima Beasiswa SDM Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada tahun akademik 2026/2027.
Seluruh penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikan jenjang Strata 1 (S1). Menariknya, mereka tersebar pada empat program studi yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan industri kelapa sawit, mulai dari budidaya hingga pengolahan dan aspek bisnis.
Rinciannya, 60 mahasiswa menempuh Program Studi Agroteknologi, sementara masing-masing 30 mahasiswa memilih Agribisnis, Teknologi Hasil Pertanian, dan Teknik Pertanian.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan SDM sawit tidak cukup hanya mengandalkan tenaga ahli di bidang budidaya. Industri membutuhkan SDM yang memahami bisnis dan rantai nilai, menguasai teknologi pengolahan hasil, hingga mampu mengembangkan mekanisasi dan teknologi pertanian.
Dengan demikian, beasiswa SDM Sawit tidak sekadar membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Program ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM perkebunan yang mampu mengisi kebutuhan industri dari hulu hingga hilir.
Para mahasiswa penerima beasiswa tersebut nantinya memiliki peluang untuk berkiprah sebagai profesional, inovator, peneliti, pengusaha maupun penggerak pembangunan di daerah. Kompetensi yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat diterjemahkan menjadi solusi terhadap berbagai tantangan perkebunan, seperti peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan nilai tambah komoditas sawit.
Kehadiran 150 penerima Beasiswa SDM Sawit juga memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai salah satu fondasi pembangunan industri sawit nasional. Sebab, keberlanjutan sektor perkebunan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya.
Bukan Sekadar Lulus
Pesan Menteri PPN kepada mahasiswa baru INSTIPER pada akhirnya bermuara pada satu hal: pendidikan harus menghasilkan manusia yang mampu memberikan manfaat.
Sebanyak 1.135 mahasiswa baru yang memulai perjalanan akademiknya tahun ini tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh ijazah. Mereka diharapkan tumbuh menjadi SDM yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, berkarakter, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan memiliki keberanian untuk menciptakan karya.
Terlebih, sektor perkebunan dan kehutanan membutuhkan generasi baru yang mampu menjawab tantangan produktivitas, keberlanjutan, teknologi, dan peningkatan nilai tambah komoditas.
Bagi 150 mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit BPDP, kesempatan menempuh pendidikan juga membawa tanggung jawab untuk mengembangkan kompetensi dan kelak memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor sawit.
Sementara bagi seluruh mahasiswa baru INSTIPER, pesan Rachmat Pambudy menjadi bekal penting di awal perjalanan akademik: kuliah bukan sekadar untuk mendapatkan gelar, tetapi untuk mempersiapkan diri menjadi SDM yang mampu berkarya, menghadirkan solusi, dan mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.















