• Jumat, 30 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tampil di DTIIF 2026, PT Agrinas Palma Nusantara Siapkan Ekosistem Bioetanol Terintegrasi Demi Akselerasi E20

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan komitmen strategisnya untuk memelopori pengembangan industri bioetanol nasional yang terintegrasi, efisien, dan layak investasi (investable). Langkah ini disiapkan guna mendukung implementasi kebijakan mandatori energi ramah lingkungan E20 serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Pesan kunci tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, saat menjadi pembicara dalam panel diskusi bertajuk “Fueling the Future: Building an Investable Bioethanol Industry” pada ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dalam paparannya, Ghani menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan industri bioetanol tidak sekadar mengandalkan teknologi pengolahan di pabrik, melainkan harus menyatukan sektor budidaya hulu dan industri hilir dalam satu rantai nilai (value chain) yang utuh.

“Kalau untuk etanol ini, usulan saya harus pendekatannya business-to-business (B2B), pendekatannya komersial, sehingga bisa sustainable. Bahkan, suatu saat kita bisa ekspor bioetanol itu,” ujar Mohammad Abdul Ghani.

Poin-poin utama kesiapan lahan, diversifikasi bahan baku non-pangan, jaminan penyerapan offtaker, serta sinergi BUMN meliputi:

Pemanfaatan Singkong, Sorgum, dan Jagung sebagai Bahan Baku:

  • Agrinas Palma menilai komoditas singkong memiliki potensi keunggulan komparatif yang sangat besar karena adaptif dan mudah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia.

  • Selain singkong, tanaman sorgum dan jagung disiapkan sebagai strategi diversifikasi bahan baku berbasis kesesuaian lahan dan produktivitas daerah.

Tiga Prasyarat Industri Layak Investasi (Investable):

  • Kepastian Lahan & Tata Ruang: Ketersediaan lahan skala ekonomis yang legal dan terukur sesuai ketentuan tata ruang.

  • Model Bisnis Hulu-Hilir Terintegrasi: Menghubungkan budidaya presisi, mekanisasi pertanian, hingga pabrik pengolahan guna menekan biaya produksi.

  • Kepastian Pasar (Offtaker) dan Harga: Keberadaan pembeli siaga (offtaker) dengan struktur harga komersial yang menjamin tingkat pengembalian investasi (return on investment).

Sinergi Strategis Bersama Pertamina, Koperasi, dan Petani:

  • Agrinas Palma membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan PT Pertamina (Persero) untuk menghubungkan pasokan bahan baku dengan fasilitas blending dan jaringan distribusi nasional.

  • Perusahaan juga melibatkan petani swadaya dan koperasi untuk memperkuat rantai pasok sekaligus menciptakan dampak ekonomi inklusif.

Peran PT Agrinas Palma Nusantara (Persero):

  • Sebagai BUMN yang mengemban mandat pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan pembangunan ekosistem bioenergi, Agrinas Palma memposisikan diri sebagai pilar utama pengawalan program B50 dan E20.

  • Seluruh operasional perusahaan dijalankan dengan memegang teguh prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta keseimbangan antara pasokan pangan dan energi.

Melalui pendekatan bisnis komersial, kepastian pasar, dan integrasi rantai pasok hulu-hilir, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) optimistis dapat menarik minat investor global sekaligus mewujudkan kemandirian energi bersih Indonesia secara berkelanjutan.

Sumber: agrinaspalma.co.id

Artikel Terkait