Produsen Hilir Sawit Nasional Minim Ajukan Paten

JAKARTA, SAWIT INDONESIA –  Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) meminta pelaku industri hilir kelapa sawit nasional untuk meningkatkan jumlah paten produknya. Minimnya pengembangan produk hilir membuat Indonesia ketinggalan dari negara produsen lain seperti Malaysia.

Arif Budimanta, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menjelaskan bahwa perkembangan inovasi terbaru di industri kelapa sawit dan lembaga riset perkebunan masih berjalan lambat untuk menghasilkan produk hilir sawit.

Pernyataan ini mengacu kepada data World Intellectual Property Organization (WIPO) bahwa kontribusi Indonesia dalam pengajuan paten produk hilir sawit di bawah negara produsen sawit lain, Malaysia. Pada 2011, kontribusi paten baru sebesar 2,5% dari total pengajuan aplikasi paten produk hilir kelapa sawit negara ASEAN. Sementara itu, Malaysia mengajukan paten hingga 65,83%.

“Pengajuan paten kita (Indonesia) paling rendah. Padahal perkebunan sawit Indonesia lebi luas. Bahkan pengajuan paten Indonesia di bawah  Singapura yang tidak punya kebun sawit,” jelas Arif  ketika menjadi pembicara dalam RSPO Press Circle, Selasa (27/9).

Menurut Arif,  industri sawit nasional dimanjakan dengan keuntungan lumayan besar dari ekspor produk hulu seperti CPO.  Padahal negara produsen lain seperti Malaysia  lebih kreatif mengembangkan produk hilir.

Kehadiran BPDP Sawit, kata Arif, diharapkan mampu mendorong riset dan pengembangan teknologi. Dia meminta supaya pelaku sawit tidak terbuai dengan kegiatan perluasan lahan semata. Proses ekstensifikasi, menurutnya, tidak dibarengi dengan penambhan luas tanam sehingga tidak sedikit lahan yang belum dioptimalkan meski statusnya konsesi perusahaan.

Indonesia adalah negara dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit terbesar dunia, mencapai 10 juta ha. Indonesia memproduksi 44% kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) global, sedangkan Malaysia menempati urutan kedua sumbangan produksi sawit  39%. (Qayuum)

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.