Menurut Gulat, penerapan hilirisasi petani sangat dibutuhkan dalam menciptakan tata niaga Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang adil dan berkelanjutan.
“Saat ini harga TBS petani masih berkisar antara Rp2.800 hingga Rp3.500 per kilogram. Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) pasca-implementasi B50 dinilai belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani,” urainya.
Sesuai arahan Presiden Prabowo, Apkasindo meminta kementerian/lembaga untuk membenahi mekanisme penetapan harga CPO melalui bursa sawit Indonesia serta memperkuat sektor hulu agar pasokan bahan baku hilirisasi tetap terjaga.
Peranan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Selain menekankan peranan Wamentan, Apkasindo juga berharap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dapat mengintegrasikan kebijakan lintas kementerian guna menopang keberlanjutan pasokan bahan baku berbasis sawit.
“Apkasindo mendukung pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi untik menjembatani kebijakan hilirisasi sawit khususnya petani,” papar Doktor Universitas Riau ini.
Sementara itu, Wamentan Muhammad Saleh Mustafa menyatakan kesiapannya untuk menjawab tantangan di sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, kerja bersama, serta optimalisasi sumber daya demi meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkokoh kedaulatan pangan nasional.














