Kelima, kebijakan tarif bea masuk yang mempermudah impor minyak sawit dari Indonesia. Pajak impor CPO yang diberlakukan Mesir sebesar nol persen.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani, menjelaskan bahwa rencana pembangunan kilang pengolahan minyak sawit (refinery) di Mesir sebagai bagian dari kerja sama hilirisasi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil / CPO) antara Indonesia dan Mesir.
Senada dengan Rosan Roeslani. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono menilai, penunjukan Mesir sebagai lokasi investasi kilang pengolahan terbilang sangat tepat.
Dalam pandangan Eddy, pembangunan refineri diyakini mampu membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi tawar industri minyak sawit nasional di mancanegara.
"Sebenarnya Mesir dapat menjadi hub bagi kegiatan ekspor sawit Indonesia ke Afrika dan Eropa," pungkasnya.














