• Senin, 12 Oktober 2026
Berita Terbaru

Menjawab Fragmentasi Dunia, IPOC 2026 Gelar Forum Strategis Sawit di Bali Bahas Prospek Harga 2027 dan Ketahanan Energi

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menyelenggarakan konferensi sawit internasional terbesar dunia, The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook (IPOC 2026). Acara yang menjadi barometer arah kebijakan industri minyak nabati global ini akan berlangsung pada 11–13 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali.

Mengusung tema “Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience”, forum ini hadir menjawab tantangan global yang diwarnai perang dagang, proteksionisme, fragmentasi geopolitik, hingga implementasi standar keberlanjutan baru seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan pentingnya konsolidasi strategi industri sawit nasional agar tetap resilient sekaligus menjadi penopang ketahanan pangan dan energi domestik maupun global.

“Dunia saat ini semakin terfragmentasi, baik secara ekonomi maupun geopolitik. Melalui IPOC 2026, kami ingin membahas bagaimana industri sawit Indonesia dapat tetap tangguh, dan justru menjadi bagian dari solusi bagi ketahanan pangan dan energi,” ujar Eddy.

Poin-poin utama jajaran pembicara kunci, struktur diskusi empat sesi, hingga partisipasi analis senior dunia meliputi:

  • Keynote & Pandangan Pemerintah: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan menyampaikan keynote speech mengenai peran sawit dalam ketahanan ekonomi nasional. Forum ini juga menghadirkan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wamenlu Arif Havas Oegroseno (kesiapan EUDR), Wamenkeu Juda Agung, serta special address dari Luke Thomas Mahony (PT Danantara Sumber Daya Indonesia).

Empat Sesi Diskusi Komprehensif:

  • Economic Resilience: Menghadirkan Bayu Krisnamurthi (IPB), Teuku Muhammad Riefky Hasan (LPEM FEB UI), Khor Yu Leng (Segi Enam Advisors), Quick C.K. (S&P Global), dan Sathia Varqa (Fastmarkets).

  • Food Security and Energy Transition: Membahas transisi B50/biodiesel bersama Dirut BPDP Eddy Abdurrachman, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, Achmad Nur Hidayat (UPN Veteran), Pietro Paganini, dan Datuk Mohamad Helmy Othman Basha (MPOB).

  • Trade and Geopolitics: Mengupas posisi sawit di tengah persaingan global bersama Mahendra Siregar, Susan Stroud, Abdul Rasheed Jan Mohammad (Westbury Group/Pakistan), Ello Hanson (DBS Bank), dan Atul Chaturvedi (APOA/India).

  • Economic Outlook and Market Trends: Menampilkan strategi pasar Tiongkok hingga dinamika harga bersama Ryan Chen (Cargill China), Julian McGill (Glenauk Economics), Joko Supriyono (GAPKI), dan Thomas Mielke (Oil World).

  • Proyeksi Harga 2027 oleh Dorab Mistry: Analis minyak nabati terkemuka dunia, Dorab Mistry (Godrej International Ltd.), kembali hadir memaparkan proyeksi pergerakan harga komoditas di tengah ancaman "perfect storm" industri global.

  • Jejaring Bisnis & Pameran: Ketua Panitia IPOC 2026, Suryanto Bun, menyampaikan bahwa hajatan ke-22 ini turut dilengkapi pameran teknologi hulu-hilir, turnamen golf, Welcome Cocktail, dan Networking Night guna memperkuat kemitraan antar-pelaku usaha internasional.

IPOC 2026 diharapkan menjadi investasi strategis bagi para pemangku kepentingan untuk membaca arah pasar, menyelaraskan regulasi, serta memperkuat kepemimpinan Indonesia di kancah perdagangan minyak nabati dunia.

Sumber: gapki.id

Artikel Terkait