• Senin, 12 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tekanan Produksi dan Penurunan Devisa, GAPKI Sebut Mandatori B60 pada 2027 Tidak Mungkin Diterapkan

PEKANBARU, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai rencana penerapan mandatori biodiesel B60 pada tahun 2027 tidak mungkin diimplementasikan. Langkah pengetatan alokasi energi tersebut diperkirakan akan memicu kelangkaan pasokan ekspor secara signifikan di tengah proyeksi penurunan produksi kelapa sawit akibat anomali iklim El Niño.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, memaparkan bahwa penerapan skema B50 saja sudah akan mendongkrak konsumsi biodiesel dalam negeri hingga 17,4 juta ton pada 2027, atau melonjak 18,46 persen dibanding estimasi kebutuhan 2026.

Di saat yang sama, dampak susulan El Niño diproyeksikan memangkas produksi minyak sawit nasional sebesar 3,7 persen pada 2027, sementara total konsumsi domestik justru naik 11,37 persen.

"Dampak El Nino, pada tahun 2027 akan menurunkan produksi 3,7 % dan konsumsi naik 11,37 %. Konsumsi Biodiesel dengan B50 saja naik 18,46 % (17,4 juta ton)," jelas Eddy di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Poin-poin utama kalkulasi neraca CPO, skenario dampak B50 vs B60, serta ancaman terhadap dana subsidi biodiesel meliputi:

  • Skenario B50 (Ekspor Tergerus 5 Juta Ton): Dengan B50, ekspor minyak sawit Indonesia pada 2027 diperkirakan merosot 14,87 persen atau berkurang sekitar 5 juta ton dibandingkan tahun 2026.

  • Skenario B60 (Kebutuhan Bahan Baku 21 Juta Ton): Jika pemerintah nekat memberlakukan B60 pada 2027, kebutuhan CPO untuk biofuel akan membengkak hingga 21 juta ton. Dampaknya, volume ekspor CPO nasional terancam anjlok parah ke angka 23 juta ton.

  • Ancaman Penurunan Devisa & Pungutan Ekspor (PE): Eddy menegaskan bahwa merosotnya volume ekspor akan secara langsung menggerus penerimaan devisa, pajak ekspor, dan Pungutan Ekspor (PE). Hal ini menjadi kontraproduktif karena dana PE dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) selama ini merupakan sumber utama pembiayaan subsidi insentif biodiesel itu sendiri.

"Ini akan menyebabkan penerimaan devisa, Pajak Ekspor dan Pungutan Ekspor akan turun, sedangkan pembiayaan biodiesel dari pungutan Ekspor (PE), jadi rasanya tidak memungkinkan kalau tahun 2027 akan diimplementasikan B60," tegas Eddy.

Sumber: riauaktual.com

Topik:GAPKI

Artikel Terkait