• Senin, 12 Oktober 2026
Berita Terbaru

Mengukir Sejarah dari Belantara Jambi: Kurnia, Gadis Orang Rimba Rasakan Haru Wisuda Keperawatan Poltekkes Kemenkes

JAMBI, SAWIT INDONESIA - Mimpi Kurnia (20) untuk mendedikasikan hidupnya sebagai tenaga kesehatan kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan. Perempuan asal Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, yang merupakan bagian dari komunitas Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD), resmi diwisuda dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Jambi, Kamis (24/9/2026).

Kurnia merupakan salah satu dari 534 lulusan D3 Keperawatan dan program kesehatan lainnya yang mengikuti prosesi wisuda hari ketiga dari rangkaian Wisuda Tahap I Tahun Akademik 2025/2026. Keberhasilannya menuntaskan bangku kuliah menjadi kisah inspiratif tentang kegigihan menembus keterbatasan.

Poin-poin utama perjalanan pendidikan Kurnia, peran kemitraan dunia usaha, serta kelulusan masif Poltekkes Jambi meliputi:

  • Perjuangan Menembus Tantangan: Bercita-cita menjadi perawat sejak SD, perjalanan Kurnia sempat dibayangi kekhawatiran terkait beban biaya pendidikan, penyesuaian gaya hidup perkotaan, hingga rasa rindu karena jauh dari keluarga di dalam belantara.

  • Kemitraan Pendidikan PT SAL: Jalan terang terbuka ketika PT Sari Aditya Loka (SAL) menyalurkan dukungan beasiswa pendidikan penuh, memfasilitasi Kurnia menempuh program studi D3 Keperawatan hingga menyelesaikan sidang tugas akhir pada Juni 2026.

  • Gelar dan Tanggung Jawab Sosial: Bagi Kurnia, wisuda ini bukan sebatas selembar ijazah, melainkan pintu masuk untuk membawa perubahan, pelayanan gizi, dan akses kesehatan yang lebih baik bagi komunitas Orang Rimba serta masyarakat luas.

  • Wisuda Masif Poltekkes Kemenkes Jambi: Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi, Dr. Rusmimpong, S.Pd., M.Kes., mengesahkan total 2.122 wisudawan/wisudawati sepanjang tiga hari prosesi (22–24 September 2026). Ia berpesan agar seluruh alumni menjaga profesionalisme serta etika pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

Kisah sukses Kurnia membuktikan bahwa dengan akses pendidikan yang adil dan dukungan kemitraan yang tepat, anak-anak dari komunitas adat terpencil mampu berdiri sejajar dan berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional.

Sumber: astra-agro.co.id

Artikel Terkait