• Senin, 12 Oktober 2026
Berita Terbaru

5 Alasan Strategisnya Mesir Bagi Perdagangan Sawit Indonesia

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjajaki pembangunan refineri sawit di Mesir untuk memperkuat perdagangan ekspor Indonesia di kawasan Afrika dan Timur Tengah.

Rencana pembangunan refineri ini akan menggandeng The Future of Egypt for Sustainable Development Agency, Badan usaha penting di Mesir yang dibentuk untuk mengelola proyek-proyek strategis nasional.

Lalu kenapa Mesir memiliki posisi strategis bagi ekspor sawit Indonesia?

Pertama, dari segi pembelian minyak sawit, Mesir masuk sepuluh besar pasar utama minyak sawit dunia. Nilai impor sawit dan produk turunannya mencapai US,2 triliun pada 2024. Sekitar 60% pasokan minyak sawit berasal dari Indonesia disusul Malaysia sekitar 30%.

Kedua, Mesir memiliki posisi strategis sebagai hub pemasaran sawit ke kawasan lain seperti Timur Tengah, Afrika, bahkan Eropa.

Ketiga, Mesir telah memiliki perjanjian dagang bebas melalui Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (AfCFTA) yang mencakup sebagian besar negara di benua Afrika untuk meningkatkan perdagangan intra-Afrika. Selain itu, Mesir menawarkan pengembangan Suez Canal Economic Zone (SCZone) di mana perusahaan asing mendirikan pabrik pengolahan atau fasilitas logistik dengan insentif seperti pembebasan bea masuk dan pajak penjualan, serta kepemilikan asing penuh.

Keempat, populasi penduduk Mesir hampir mencapai 120 juta jiwa yang sangat ideal untuk mengisi kebutuhan minyak nabati.

Artikel Terkait