• Senin, 12 Oktober 2026
Berita Terbaru

Gadaikan Saham Dua Emiten Sawit, Pemilik Jhonlin Gunakan Ekspansi Batubara Atau Bisnis Lain?

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Haji Andi Syamsuddin Arsyad atau dikenal Haji Isam, Pemilik Grup Jhonlin, memperkuat pendanaan bisnisnya melalui aksi korporasi gadai saham. Adapun, aksi penjaminan saham ini dilakukan terhadap PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

Kedua emiten tersebut memiliki bisnis utama di bidang perkebunan sawit serta produk turunannya. Merujuk keterbukaan informasi di pekan lalu, penandatanganan Akta Gadai Saham oleh pemegang saham pengendali perseroan, yakni PT Eshan Agro Sentosa.

Transaksi gadai saham ini dilakukan sebagai bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Berdasarkan laporan resmi yang ditandatangani oleh Direktur Utama JARR, Indra Irawan, pada 7 Oktober 2026, transaksi gadai saham tersebut resmi dilangsungkan pada hari Rabu, 30 September 2026.

Jumlah Saham yang Digadai mencapai: 100% dari total kepemilikan saham pengendali, atau sebanyak 7.997.556.204 lembar saham.

“Tujuan Transaksi sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan,” ujar manajemen PT JARR.

Manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk menegaskan bahwa aksi korporasi penjaminan saham ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha emiten.

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sepanjang tahun 2025 membukukan pendapatan sebesar Rp4,27 triliun (atau sekitar Rp4,2 triliun), mengalami peningkatan 10,7% hingga 11% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp3,8 triliun

Selain itu, perseroan memastikan aksi gadai saham ini tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan; PT Eshan Agro Sentosa tetap bertindak sebagai pengendali. Selanjutnya transaksi tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham.

Aksi serupa dijalankan kepada PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Transaksi penjaminan saham ini dilakukan sebagai bagian jaminan atas fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Berdasarkan laporan resmi yang ditandatangani oleh Direktur PGUN, Tamlikho, pada 7 Oktober 2026, transaksi gadai saham tersebut resmi dilangsungkan pada hari Rabu, 30 September 2026.

Adapun, PT Araya Agro Lestari menjadi pengendali utama saham PT PGUN. Jumlah Saham yang Digadai sebanyak 2.205.667.896 lembar saham.

Manajemen PT Pradiksi Gunatama Tbk menegaskan bahwa aksi korporasi penjaminan saham ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha emiten.

Artikel Terkait