• Senin, 21 September 2026
Berita Terbaru

SPKS Dorong Petani Sawit Swadaya Bangun Pabrik Mini CPO, Menkop Siap Beri Pembiayaan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA — Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mendorong petani sawit swadaya untuk mulai merambah sektor hilir dengan membangun pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) skala mini. Langkah ini diambil agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan Tandan Buah Segar (TBS), melainkan juga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin, mengungkapkan dalam Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II di Jakarta, Senin, bahwa pembangunan pabrik mini CPO berkapasitas 10 ton TBS per jam membutuhkan modal investasi sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar.

"Kalau akses pembiayaan untuk pembangunan pabrik itu kan mahal, saya kira butuh investasi yang cukup besar," ujar Sabarudin.

Berikut poin-poin utama terkait potensi hilirisasi oleh petani sawit rakyat:

  • Skala Kelembagaan: Pabrik CPO mini idealnya dikelola oleh koperasi yang menaungi 1.000 hingga 2.000 petani dengan total hamparan lahan berkisar 5.000 hingga 6.000 hektare.

  • Potensi Petani Swadaya: Sebanyak 80 persen dari total petani sawit rakyat merupakan petani swadaya yang belum memiliki kemitraan mengikat, sementara 20 persen sisanya adalah petani plasma. Pabrik mini ini membuka ruang kerja sama dengan korporasi besar.

  • Dukungan Kementerian Koperasi: Dari total 16 juta hektare lahan sawit nasional, perkebunan rakyat menguasai 43 persen. Namun, kepemilikan pabrik CPO hingga minyak goreng masih didominasi korporasi besar (52%).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyambut positif dorongan tersebut dan menegaskan kesiapan pemerintah untuk memberikan pendampingan hingga fasilitas pembiayaan bagi koperasi petani yang siap membangun pabrik CPO berkapasitas 10 hingga 45 ton TBS per jam.

Sebagai percontohan, Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, telah membuktikan keberhasilan pengolahan hilir ini dengan mengoperasikan pabrik CPO berkapasitas 45 ton TBS per jam.

Sumber: antaranews.com

Artikel Terkait