• Minggu, 20 September 2026
Berita Terbaru

Produsen Pupuk NPK Saraswanti Cetak Pendapatan Rp4,79 Triliun Sepanjang 2024

Jakarta, SAWIT INDONESIA PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk mencetak pendapatan mencapai Rp4,79 triliun sepanjang 2024, atau tumbuh 7,5% daripada tahun 2023 sebesar Rp4,46 triliun. Informasi kinerja ini disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta pada 25 Maret 2025.

Sumber utama pendapatan berasal dari penjualan pupuk. Segmen kelapa sawit paling banyak menyerap penjualan pupuk Saraswanti sebesar 98%, sekitar 16.388 hektare perkebunan sawit menjadi pengguna produknya.

Total volume penjualan pupuk emiten berkode SAMF ini mencapai 753.965 ton pada 2024. Ada kenaikan 75,7% dari tahun 2023 sebesar 482.981 ton.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan meningkat 7,4% menjadi Rp3,61 triliun pada Januari-Desember 2024, daripada periode sama 2023 sebesar Rp3,36 triliun.

Namun, laba kotor perusahaan tetap naik 7,8% jadi Rp1,18 triliun dibandingkan Januari-Desember 2023 sebesar Rp1,09 triliun.

Pada saat yang sama, beban penjualan perseroan naik 22,4% menjadi Rp472,6 miliar pada 2024 daripada tahun 2023 sebesar Rp385,8 miliar.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp396,81 miliar pada Januari-Desember 2024, dibandingkan periode sama 2023 sebesar Rp420,07 miliar.

Perseroan memiliki jaringan produksi dan penjualan yang luas yaitu 5 pabrik di 3 kota dan 11 kantor pemasaran di seluruh Indonesia. Pabrik tersebar di Medan, Mojokerto dan Sampit.

Pupuk yang dihasilkan antara lain Palmo, Pupindo, Phonika, Fertindo, Planta Plus, Halei, Pukalet, Makro Mikro, Dupan, Cornalet, Koka, dan Fert-Tea.

Artikel Terkait