• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Jaga Pasokan B50 Tanpa Babat Hutan: PTPN IV PalmCo Genjot Akselerasi PSR dan Kemitraan Sawit Rakyat

SAWIT INDONESIA - Di tengah rencana peningkatan pemanfaatan biodiesel nasional menuju B50, PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) memperkuat strategi hulu dengan mengakselerasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pendampingan pekebun. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan bahan baku industri sawit tetap aman tanpa perlu mengorbankan lahan baru (zero deforestation).

Penerapan campuran biodiesel 50 persen diproyeksikan bakal mendongkrak penyerapan crude palm oil (CPO) domestik di sektor energi hingga 1 juta–2 juta ton per tahun. Untuk menyeimbangkan kebutuhan energi dan pangan, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi kunci utama.

"Petani sawit adalah pilar utama industri ini. Sekitar 30 persen pasokan bahan baku pengolahan industri di PalmCo berasal langsung dari hasil kebun petani rakyat," tegas Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, di Jakarta.

Apresiasi Kinerja Kemitraan Regional

Atas konsistensinya dalam memberdayakan petani, dua anak usaha subholding PTPN III (Persero) ini memboyong penghargaan bergengsi pada akhir Agustus 2026:

  • PTPN IV Regional III (Riau): Meraih penghargaan Sustainable Partnership for Smallholder Empowerment pada ajang Tribun Pekanbaru Awards 2026.
  • PTPN IV Regional V (Kalimantan Barat): Dianugerahi penghargaan sebagai Pelopor Akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat pada Tribun Pontianak Award 2026.

Strategi Pendampingan Hulu ke Hilir

Dalam memperkuat kapasitas petani mitra, PalmCo menerapkan skema pendampingan komprehensif yang mencakup beberapa pilar utama:

  • Manajemen Terintegrasi (Single Management): Pengelolaan kebun bersama untuk memastikan standar tata kelola perkebunan yang profesional.
  • Bibit Unggul & Sertifikasi: Penyediaan bibit unggul bersertifikat serta pendampingan sertifikasi keberlanjutan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
  • Jaminan Pembeli Siaga (Offtaker): Perusahaan berperan sebagai pembeli siaga hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) petani sesuai penetapan harga resmi pemerintah.
  • Penguatan Kelembagaan: Mengokohkan peran koperasi tani sebagai wadah ekonomi warga lokal.

Melalui peremajaan kebun dan perbaikan teknik budidaya ini, PalmCo optimistis produksi sawit rakyat mampu melonjak tajam, sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi hijau B50 sekaligus menjaga stabilitas pasokan minyak goreng nasional.

Sumber: ptpn4.co.id

Artikel Terkait