• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kesuksesan B50, Pemerintah Resmi Siapkan Peta Jalan Bioetanol E50

JAKARTA< SAWIT INDONESIA - Pemerintah terus bergerak cepat untuk mengamankan ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Usai dinilai sukses menekan impor solar melalui program B50, Presiden RI Prabowo Subianto kini menginstruksikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mereplikasi keberhasilan tersebut dengan menyusun langkah pengembangan bahan bakar nabati berbasis bensin, yakni E50.

Instruksi strategis itu disampaikan dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kebijakan ini diambil untuk mendorong ketersediaan BBM dalam negeri di tengah tingginya konsumsi nasional. Saat ini, konsumsi bensin nasional tercatat mencapai 39 juta hingga 40 juta kiloliter (KL) per tahun—seimbang dengan tingkat konsumsi solar yang berada di angka 39 juta KL per tahun.

“Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50,” tegas Bahlil usai persidangan.

Belajar dari B50 dan Strategi Penguatan Hulu Migas

Bahlil menjelaskan bahwa skema E50 akan mengadopsi pembelajaran dari B50. Pada program B50, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dicampur dengan metanol dan diproses menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Hasilnya, Indonesia terbukti mampu menghentikan total impor solar khusus jenis CN48.

Selain percepatan bioetanol E50 di sektor hilir, pemerintah menetapkan pilar penguatan di sektor hulu energi:

  • Eksplorasi Masif: Mendorong pencarian cadangan migas baru di cekungan dan blok-blok minyak potensial.
  • Intervensi Teknologi Sumur Tua: Memaksimalkan kembali laju produksi dari sumur-sumur minyak eksisting yang tergolong tua menggunakan teknologi modern.
  • Pengelolaan Profesional 45.000 Sumur Rakyat: Melakukan pemantauan ketat terhadap puluhan ribu sumur minyak rakyat agar dikelola secara profesional tanpa ada kebocoran hasil produksi maupun pelanggaran hukum.

Melalui perpaduan inovasi bahan bakar nabati E50 serta optimalisasi sumur migas nasional, pemerintah optimistis Indonesia mampu memangkas ketergantungan impor bensin dan mewujudkan swasembada energi yang tangguh.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Artikel Terkait