Perkebunan kelapa Sawit Meningkatkan Biomas Lahan
- Perkebunan kelapa sawit meningkatkan biomas dan stok karbon lahan sehingga lahan tidak mudah berubah menjadi tandus.
- Semakin luas, meningkat produksi CPO dan semakin tua kebun sawit, volume standing biomas yang dihasilkan kebun sawit Kalimantan Timur semakin besar.
- Akumulasi produk biomas dikebun sawit meningkatkan karbon stok kebun sawit Kalimantan Timur.
- Peningkatan bahan organik bawah tanah. Kandungan bahan organik dan c-organik pada zona perakaran kelapa sawit meningkat dengan bertambahnya umur kelapa sawit.
Perkebunan Kelapa Sawit Memiliki Sistem Konservasi Tanah Dan Air berkelanjutan
- Memiliki tutupan daun dewasa (canopy cover) mencapai 95 persen bertambah sampai umur 25 tahun (di raplanting setelah 25 tahun). Memiliki struktur pelepah/daun berlapis; sistem perakaran serabut/masif; sistem serasak/humus (melindungi tanah dari erosi run-off). Pengelolaan lahan minimum (minimum tillage) dan cover crop pada fase tanaman belum menghasilkan (menyerap nitrogen), terasering pada lahan miring (mengurangi run-off, mengurangi emisi CO2). Daur ulang produk sampingan (batang sawit, tandang kosong, LCKS/sludge) ke perkebunan kelapa sawit hingga memperbaiki biologi tanah dan daur ulang hara.
- Sistem perakaran kelapa sawit yang massif di bawah permukaan tanah menciptakan sistem “biopori” alamiah yang menyimpan cadangan air tanah dan bahan organik. Biopori meningkat dengan bertambahnya umur kelapa sawit .
- Sistem perakaran kelapa sawit yang massif mempercepat penerusan air permukaan kedalam tanah sehingga mengurangi erosi tanah. Laju infiltrasi makin meningkat dengan bertambahnya umur kelapa sawit.
- Fungsi tata air (hidrologis) perkebunan kelapa sawit kurang lebih sama dengan hutan tropis.
Sumber: Industri Minyak Sawit Kalimantan Timur Berkelanjutan, GAPKI.