Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) memanfaatkan ajang Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 yang berlangsung di Riau pada 7–9 Agustus, sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan inovasi benih unggul dan memperkuat peran korporasi dalam pengembangan sawit nasional.
“PPKS menyambut SIEXPO 2025 dengan antusias. Ini adalah peluang strategis bagi kami untuk menunjukkan inovasi benih unggul sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap keberlanjutan dan kemajuan industri sawit Indonesia,” ujar Fahri Putra Hafira, S.Agr., M.P., Supervisor Pameran PPKS, Sabtu (9 Agustus 2025).
Antusiasme pengunjung booth PPKS terlihat sangat tinggi. Sejak hari pertama, pengunjung silih berganti berdatangan, tak hanya melihat-lihat, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan teknis mengenai keunggulan varietas benih dan teknologi yang digunakan. Banyak di antara mereka yang menunjukkan minat serius untuk memperoleh produk benih unggul PPKS.
Hasilnya pun menggembirakan. Selama tiga hari pameran, PPKS berhasil menjual lebih dari 200.000 butir kecambah sawit kepada pengunjung dan pelaku usaha perkebunan. Varietas yang paling menyita perhatian adalah turunan SP540, yang dikenal memiliki kemampuan beradaptasi luas di berbagai tipe lahan, sehingga menjadi pilihan tepat untuk berbagai kondisi perkebunan di Indonesia.
Melihat sukses penyelenggaraan tahun ini, Fahri menyampaikan masukan agar SIEXPO tahun depan semakin berkembang. “Kami menyarankan agar SIEXPO terus memperluas jangkauan peserta dan variasi program. Dengan begitu, pameran ini akan menjadi ajang yang lebih inklusif, informatif, dan bermanfaat bagi seluruh pelaku industri sawit, mulai dari petani hingga investor besar,” ungkapnya.
Dengan catatan penjualan yang impresif dan sambutan positif dari para pengunjung, kehadiran PPKS di SIEXPO 2025 menegaskan posisi mereka sebagai pionir inovasi benih unggul yang siap mendorong produktivitas dan keberlanjutan sektor kelapa sawit nasional.






