Palembang, SAWIT INDONESIA –Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan pelatihan petani sawit program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian. Hal tersebut disampaikan Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Dr. Sri Gunawan,SP, MP, saat menyampaikan sambutan di acara penutupan pelatihan, pada Minggu (25 Mei 2025), di Palembang.
Diketahui, pelatihan petani sawit tersebut, secara teknis diselenggarakan oleh AKPY selaku mitra penyelenggara yang ditunjuk oleh BPDP. Pelatihan yang diadakan (Rabu – Minggu, 21 – 25 Mei 2025), diikuti oleh 123 petani sawit dari Musi Rawas untuk pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan 32 petani sawit untuk pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan dari Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).
Dikatakan Dr. Sri Gunawan, selama lima hari peserta mendapatkan beragam pengetahuan, termasuk peserta yang melakukan field trip keperusahaan perkebunan sawit (khusus pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit), untuk mendapat tambahan pengetahuan.
“Itu yang kami lihat selama pelatihan, dan berkunjung ke kebun. Bahkan, peserta sudah bisa memahami dibagian titik-titik kritis di setiap pekerjaan di kebun, dari mulai persiapan lahan, pembibitan, penanaman, dan perawatan. Itu kami buktikan dari perbincangan yang dilakukan secara random dengan peserta,” katanya.
“Kami juga melihat semua peserta senang dan dapat mengikuti kegiatan di kelas, outbond dan field trip dengan baik. Dari pantuan kami di masing-masing kelas, peserta juga mengikuti pembelajaran yang cukup interaktif,” imbuh Dr. Sri Gunawan.
Dalam pelaksanaan pelatihan, pihak AKPY tidak hanya menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya. Melainkan menggunakan tiga metode untuk membantu peserta agar lebih mudah menerima materi yang disampaikan.Pertama, metode remender (mengingat), understanding (memahami), dan implementatif. Metode ini cukup efektif mengingat hampir seluruh peserta pada dasarnya sudah memiliki pemahaman teknis budidaya dan manajemen & administrasi keuangan, di pelatihan ini dapat mengembangkan kompetensi untuk memperluas wawasan dan ekplorasi.
“Ketiga hal tersebut sekaligus menjadi harapan kami (selaku penyelenggara), sehigga kelapa sawit yang dibudidaya bisa lebih baik terutama dari sisi produktivitas, dan petani sawit NAIK KELAS. Sekali lagi, kami berharap pelatihan yang diikuti selama lima hari bermanfaat, kalau sudah dapat mengimplementasikan kemudian ditularkan kepetani sawit lainnya,” pungkas Dr. Sri Gunawan.
Pada kesempatan yang sama, Ir. Agus Darwa, M.Si, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan menambahkan pihaknya yakin sebelum mengikuti pelatihan petani sudah memiliki pengetahuan, baik peserta pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Manajemen & Administrasi Keuangan.
“Pelatihan ini, sebagai pengembangan kompetensi, menambah dan memperluas wawasan teknis budidaya dan manajemen & administrasi keuangan. Sekaligus mengevaluasi apakah selama ini teknis budidaya yang dilakukan petani sawit sudah baik dan benar? Mulai dari persiapan lahan, pembibitan dan perawatan, itu belum tentu. Dan, apakah mengelola kelembagaan petani dengan manajemen dan administrasi keuangan yang baik dan benar.Untuk itu, pentingnya kegiatan pelatihan ini,” ucap Ir. Agus.
“Semua (ilmu) yang diberikan narasumber benar, namun dalam implementasinya di lapangan jangan kaku harus bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kita ingin dari pelatihan ini ada penambahan wawasan dan eksplorasi lagi teknis budidaya dan mengelola administrasi keuangan di kelembagaan petani. Tularkan ilmunya ke teman-teman petani lainnya, dan jangan putus komunikasi buat group diskusi untuk saling sharing pengetahuan dan pengalaman, libatkan salah satu narasumber,” pungkasnya.






