Jakarta, SAWIT INDONESIA – Berkah harga CPO membuat sumringah jajaran direksi PT Triputra Agro Persada Tbk. Emiten yang didirikan TP Rachmat ini mampu mendongkrak pendapatan 16% menjadi Rp9,6 Triliun sepanjang 2024, dibandingkan 2023 sebesar Rp8,3 triliun.
Kontribusi utama pendapatan masih berasal dari segmen produk sawit mencapai 99,68%, dan disusul segmen produk karet.
Emiten berkode TAPG ini dapat menekan beban pokok pendapatan (BPP) TAPG sebesar 2,61% menjadi Rp5,94 triliun pada 2024, dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp6,10 triliun. Biaya produksi menurun pada tahun fiskal 2024 sebesar 3% YoY, didorong oleh penurunan biaya pupuk sebesar 30% YoY. Sedangkan biaya pembelian TBS meningkat sebesar 3%.
Alhasil, laba kotor emiten perkebunan kelapa sawit dan pengolahan sawit dengan aset Rp14,31 triliun per Desember 2024 itu melonjak 67,89% menjadi Rp3,72 triliun pada 2024 dibanding Rp2,22 triliun pada 2023.
Kemampuan perusahaan mengelola beban pokok berdampak positif bagi laba. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,12 triliun (Rp157 per saham) pada 2024. Nilai ini melesat 94,02% jika dibandingkan tahun 2023 Rp1,61 triliun (Rp81 per saham).














