• Senin, 21 September 2026
Berita Terbaru

Tekan Impor, PalmCo Mulai Pilot Project Kedelai 1.000 Ha di Lahan Replanting Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan menekan angka impor kedelai yang masih amat tinggi, Melalui sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, pada Jumat pekan lalu perusahaan telah menggelar pilot project penanaman kedelai serentak di 20 titik di berbagai wilayah kerjanya. Secara keseluruhan, proyek percontohan ini menyasar luas awal 1.000 Ha.

Kegiatan penanaman perdana sendiri terpusat di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Acara ini terhubung secara daring dengan Regional Manajemen lain yang melaksanakan aktivitas serupa di 6 provinsi.

Langkah strategis ini memanfaatkan masa sela pada lahan peremajaan (replanting) maupun konversi kelapa sawit milik perusahaan. Sebelum penanaman bibit sawit, perusahaan memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk menanam kedelai selama kurun waktu kurang lebih enam bulan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa proyek percontohan 1.000 hektar ini merupakan langkah awal yang berjalan secara terukur dan hati-hati sesuai amanat Badan Pengelola Investasi Danantara. Jika proyek tahap awal ini terbukti memuaskan dari segi teknis maupun ekonomi, PTPN IV bersiap memperluas area tanam ke skala yang jauh lebih masif.

Inisiatif ini dipandang penting, sebab dalam 5 tahun terakhir Indonesia rata-rata defisit kedelai mencapai 2,5 juta ton pertahun atau setara dengan 97 persen import. Menurut Jatmiko keberhasilan proyek menjadi sangat berarti agar pengembangan komoditas kedelai dapat terus berkembang baik kedepannya dengan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian investasi sebagaimana amanat dari Danantara.

“Karena kita belum pernah tanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 Ha dulu. Dan sesuai arahan Danantara, jika ini berhasil serta memperlihatkan kelayakan di berbagai aspek, insya allah akan bertambah dengan luasan yang lebih masif sehingga harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menekan impor kedelai tadi, dapat terwujud,” tukas Jatmiko.

"Karena kita belum pernah menanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 Ha dulu. Jika berhasil dan layak di berbagai aspek, insya Allah akan berlanjut dengan luasan yang lebih besar," ujar Jatmiko.

Kementan Apresiasi PalmCo

Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian RI, Arief Muliawan menyatakan apresiasi atas program PalmCo untuk melakukan penanaman kedelai di lahan replanting sawit, inisiatif merupakan contoh baik bagi perusahaan sawit lainnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional. Semoga proyek ini berhasil dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal H. Damanik, menekankan sinergi antara PTPN Group, Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah, dan mitra strategis akan berpengaruh pada percepatan serta keberhasilan program.

“Jika ingin skalanya lebih besar dan persentase keberhasilannya tinggi, kerjasama banyak pihak mulai dari pemerintah, perusahaan, kelompok tani dan mitra strategis lainnya pasti saling membutuhkan, termasuk kepastian serapan dari offtaker. Semoga project pilot kedelai PTPN IV PalmCo dapat berhasil dan berdampak maksimal,” harap Rizal.

Perusahaan perkebunan sawit negara tersebut mulai menanam kedelai varietas grobokan dengan potensi produksi hingga 2 ton per hektar dengan siklus 85-90 hari. Dukungan para pihak di dalam ekosistem merupakan kunci agar proyek tetap berkelanjutan untuk menjadi percontohan lalu dapat lebih meluas lagi.

Artikel Terkait