• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi BRIN dan Industri Menuju Net Zero Emission

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Indonesia berkomitmen untuk berusaha mencapai Net Zero Emissions (NZE) maksimal pada tahun 2060. Apa itu NZE? Net Zero Emissions atau nol emisi karbon adalah kondisi dimana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi. Untuk mencapainya diperlukan sebuah transisi dari sistem energi yang digunakan sekarang ke sistem energi bersih, guna mencapai kondisi seimbang antara aktivitas manusia dengan keseimbangan alam.

Berangkat dari hal tersebutlah, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan PT Jababeka Infrastruktur menggelar Bincang Industri yang bertajuk “Kolaborasi BRIN dan Industri untuk Mendukung Transisi Menuju Net Zero Emission”. Acara bincang ini ditujukan kepada para tenant industri di Kawasan Industri Jababeka, yang bertempat di Fablab Jababeka pada Selasa (5/11).

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri, Mulyadi Sinung Harjono dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa tujuan kegiatan hari ini adalah bagaimana kita berkolaborasi untuk mendukung industri. ‘’Pada tahap pertama adalah menuju Net Zero Emissions, kedua, bagaimana kita bisa memanfaatkan Super Task Deduction dan E-Catalag yang menjadi salah satu kekuatan kita dalam mendukung industri di Indonesia. Lalu bagaimana inovasi mendukung industri. Jadi apa yang kami punya terkait dengan super task dan e-catalog itu bisa menjadi pintu awal kita masuk ke industri,’’ucap Sinung.

Selanjutnya tambah Sinung apabila dari setiap industri atau dari cluster-cluster industri yang menghendaki tindaklanjut dibidang riset, maka BRIN akan memfasilitasi terkait dengan inovasi-inovasi yang ada di BRIN. Begitu juga jika pihak industri ingin mengeluarkan suatu inovasi, BRIN bisa membantu dengan mempertemukan dengan periset-periset BRIN.

‘’Hal itu merupakan salah satu cara kami untuk mendukung industri. Kami pun akan mendukung kemajuan riset industri dari tenant-tenant di Jababeka, tentunya melalui Jababeka Infrastruktur. Sehingga nanti sesuai dengan tujuan kita bersama yakni untuk memajukan industri bisa terlaksana, ‘’tegas Sinung.

Sementara itu Chief Operating Officer Jababeka Infrastruktur Cyntia Hendrayani mengucapkan terima kasih kepada BRIN yang mau membagikan hasil-hasil risetnya. Sebagai latar belakang terkait Jababeka Infrastruktur, kenapa kita perlu berdiskusi seperti ini.Salah satu tujuannya adalah bagaimana membuat kawasan ini selalu menjadi tetap relevan bagi komunitasnya.

Menurut Cyntia, Industri di Jababeka ini merupakan sebagai penunjang ekonomi Indonesia yang luar biasa. Jadi dirinya ingin supaya industri tetap berkembang dan mampu beradaptasi dengan hal-hal yang relevan dengan masalah yang terjadi di masa depan. ‘’Sehingga kawasan Jababeka diharapkan bisa terus menopang pertumbuhan ekonomi khususnya di Jawa Barat dan Indonesia secara umum,’’ harapnya

Ia menyebutkan selain dari agenda-agenda terkait infrastruktur, pihaknya juga mendorong agenda-agenda lain masuk dalam industri yang ditopang digitalisasi. Kemudian agenda-agenda terkait sustainability, dalam arti bagaimana supaya bisa tetap melanjutkan industrialisasi secara berkelanjutan. ‘’Acara diskusi ini bertujuan sebagai forum untuk komunitas kita, agar selalu belajar, mengengange apa saja yang kita butuhkan. Selain itu selalu bertansformasi satu sama lain sebagai kawasan industri. Jadi kenapa kita seperti itu? Karena kita percaya sustainability itu tidak mungkin kita lakukan secara sendiri-sendiri,’’imbuh Cyntia

Pelaku industri tambah Cyntia masing-masing mempunyai tuntutan dari manajemennya untuk mencapai sustainability. ‘’Namun apa mungkin sustainability itu akan tercapai jika dilakukan sendiri. Makanya perlu adanya kolaborasi. Selain itu perlu adanya penyamaan visi, koordinasi serta tindakan dari masing-masing pelaku. Oleh karena itu engagement penting untuk dilakukan,’’ pungkasnya

Bersamaan dengan itu, turut hadir 3 narasumber yang memaparkan dan memberikan pendampingan bagi para tenant Jababeka. 3 narasumber tersebut diantaranya Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, Cuk Supriyadi Ali Nandar memaparkan tentang Peran Serta Dukungan Riset dalam Mencapai NZE. Kemudian Koordinator Bidang Keantariksaan Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri Syarif Budiman menjelaskan tentang Program Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Teknologi. Selanjutnya Koordinator Layanan Super Tax Deduction Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi. Hariyanto menjabarkan tentang Bimbingan Teknis Katalog Elektronik Sektoral Inovasi dan Layanan Super Tax Deduction.

Sumber: brin.go.id

Artikel Terkait