Waktu masih Kepala Balitbang di tahun 2005, jebolan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pernah menghitung kalau dalam setahun Riau menghasilkan 68 ribu ton sudge oil per tahun. Angka itu saat produksi CPO Riau masih diangka 3,4 juta ton pertahun. Lantaran tidak termanfaatkan, munculah ide Provinsi Riau untuk mendirikan pabrik biodiesel di kawasan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Di area seluas satu hektar, segala yang dibutuhkan untuk menghasilkan biodiesel dibangun. Mulai dari Reaction Unit, Methanol Preparation Unit, Whasing Unit, Purification Unit, Distillation Unit dan Biodiesel Storage Unit ada di sana.
Jika pabrik berkapasitas produksi 8 ton berfungsi, maka sekitar 45 ribu liter biodiesel pertahun bisa dihasilkan. Sebab kata Hendri 10 persen biodiesel ini bisa jadi campuran solar, makanya disebut juga B10. UNTUK MENGHASILKAN 1 LITER BIODIESEL, DIBUTUHKAN 1,5 LITER SUDGE OIL DENGAN BIAYA PRODUKSI Rp. 1.000 perliter. Tapi sayang, kabar tentang pabrik biodiesel ini sudah tak terdengar lagi , Jika hitung-hitungan Hendri dipakai, Produksi CPO Riau terus meroket. Bisa jadi saat ini Riau sudah menghasilkan sekitar 70 ribu ton biodiesel per tahun, jika pabrik itu benar-benar jalan.
Menakar B50
Walau tubuhnya mulai terasa lelah, Sidik Purnomo langsung sumringah saat disodori inova berstiker kuning bertuliskan “Road Test Biodiesel B50 Sawit” itu. Di dalam mobil anyar itu, Kaki laki-laki 46 tahun ini langsung menekan pedal gas dan mobil autometic keluaran 2018 itu pun langsung melesak kencang.
Penulis : Abdul Aziz






