• Selasa, 13 Oktober 2026
Berita Terbaru

Serapan Biodiesel dan Ekspor Melonjak, Stok Sawit Indonesia Agustus 2026 Menyusut ke 2,21 Juta Ton

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Stok minyak sawit Indonesia pada Agustus 2026 mencatatkan penurunan signifikan menjadi 2,21 juta ton, merosot dibandingkan posisi Juli 2026 yang sebesar 2,75 juta ton maupun periode Agustus 2025 sebesar 2,54 juta ton. Penggerusan persediaan ini terjadi akibat lonjakan konsumsi dalam negeri terutama diserap oleh sektor biodiesel serta kenaikan volume ekspor di tengah penyesuaian produksi bulanan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyampaikan bahwa total produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) pada Agustus 2026 tercatat 5,343 juta ton, melambat tipis 0,50 persen dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 5,370 juta ton. Rinciannya, produksi CPO mencapai 4,880 juta ton dan PKO sebesar 464 ribu ton.

"Meski produksi bulanan sedikit melambat, secara akumulasi Januari–Agustus 2026 total produksi CPO dan PKO nasional menembus 40,997 juta ton, tumbuh 5,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 39,037 juta ton," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Poin-poin utama dinamika konsumsi dalam negeri, kinerja ekspor, penerimaan devisa, serta peta tujuan pasar meliputi:

  • Biodiesel Motor Utama Konsumsi Domestik: Total penggunaan produk sawit di dalam negeri pada Agustus naik 1,28 persen menjadi 2,304 juta ton. Sektor biodiesel mencatat pertumbuhan tertinggi dengan menyerap 1,350 juta ton (+5,03% MoM), sementara konsumsi sektor pangan turun menjadi 775 ribu ton (-3,79%) dan oleokimia menjadi 180 ribu ton (-2,70%). Kumulatif konsumsi Jan–Agt 2026 mencapai 17,523 juta ton (+6,81% YoY).

  • Volume Ekspor Melonjak 12,56 Persen: Total ekspor produk sawit Agustus mencapai 3,588 juta ton (naik dari 3,188 juta ton pada Juli). Kenaikan ditopang oleh olahan minyak sawit sebesar 2,643 juta ton (+15,12%) dan CPO mentah sebesar 329 ribu ton (+31,83%).

  • Capaian Devisa Tembus US,55 Miliar: Nilai ekspor sawit bulan Agustus melonjak menjadi US,29 miliar (+12,62% MoM). Secara kumulatif (Jan–Agt 2026), devisa sektor sawit mencapai US,55 miliar (+11,14% YoY), didorong oleh rata-rata harga CPO ekspor yang relatif lebih baik di level US.140 per ton.

Pergeseran Pasar Tujuan Ekspor (Agustus MoM):

  • Kenaikan Tajam: Ekspor ke Rusia melonjak 250% (77 ribu ton), Pakistan naik 113% (265 ribu ton), Bangladesh naik 48% (66 ribu ton), India naik 27% (89 ribu ton), dan Malaysia naik 26% (38 ribu ton).

  • Penurunan: Pengiriman ke Uni Eropa (EU-27) anjlok 44% (menjadi 160 ribu ton), AS turun 14% (36 ribu ton), serta Tiongkok dan Afrika masing-masing terkoreksi 3%.

Penurunan stok hingga ke kisaran 2,21 juta ton menegaskan solidnya penyerapan program kemandirian energi B50 dan dinamika permintaan minyak nabati dunia, sekaligus menjadi sinyal penting bagi penataan keseimbangan pasokan hulu-hilir nasional menjelang akhir tahun 2026.

Artikel Terkait