Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 pada 20–21 Juli 2026 di Jakarta yang menjadi ajang diseminasi hasil penelitian sekaligus penguatan kolaborasi riset sawit di Indonesia.
Mengusung tema “Shaping The Palm Oil Industry Ecosystem For A Sustainable Future”, PERISAI 2026 akan menghadirkan seminar, diskusi, pameran hasil riset, business matching, kompetisi inovasi, serta forum kolaborasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku usaha, mahasiswa, dan investor.
Berbagai hasil penelitian akan dipamerkan pada enam bidang utama, yakni bioenergi, lingkungan, biomaterial, budidaya dan pascapanen, pangan dan kesehatan, serta sosial, ekonomi, manajemen, pasar, dan teknologi informasi.
Dari agenda acara yang diterima redaksi, 5 menteri yang akan hadiri Pembukaan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026. Diantaranya Airlangga Hartarto (Menko Bidang Perekonomian RI), Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan), dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan sejak program pendanaan riset dijalankan, BPDP telah mendukung ratusan penelitian yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia. Hasil-hasil penelitian tersebut terus didorong agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, melainkan dapat dihilirisasikan menjadi teknologi maupun produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. BPDP juga membangun ekosistem inovasi yang mempertemukan peneliti, pemerintah, industri, pelaku usaha, investor, hingga pekebun rakyat agar hasil riset dapat diimplementasikan secara lebih luas.
"PERISAI bukan sekadar forum ilmiah, tetapi menjadi ruang bertemunya peneliti, pemerintah, industri, pelaku usaha, dan investor agar hasil riset dapat diterapkan secara luas, termasuk oleh pekebun rakyat," jelasnya.
Melalui penyelenggaraan PERISAI 2026, BPDP berharap hasil-hasil riset yang telah didukung selama ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh industri, pemerintah, akademisi, maupun pekebun rakyat. Dengan demikian, riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan produktivitas, penciptaan nilai tambah, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan daya saing industri sawit Indonesia secara berkelanjutan.






