• Minggu, 27 September 2026
Berita Terbaru

Sawit Sumbermas Sarana Lepaskan 8.000 Serangga Penyerbuk Sawit Asal Tanzania, Ini Targetnya

Program introduksi SPKS ini merupakan bagian dari pengembangan riset SRS dalam mengoptimalkan proses penyerbukan alami kelapa sawit. Keberadaan serangga penyerbuk diharapkan dapat mendukung proses pembentukan buah dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas tanaman.

CEO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Jap Hartono (kanan) menerima secara simbolis serangga penyerbuk yang akan dilepaskan di perkebunan sawit perusahaan.

Sementara itu, SRS berencana melakukan pemantauan dan pengembangan populasi SPKS secara berkelanjutan. Populasi serangga tersebut selanjutnya akan diperbanyak di laboratorium dan didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah operasional perusahaan.

Melalui program ini, SRS tidak hanya berupaya mengoptimalkan penyerbukan alami kelapa sawit, tetapi juga membangun basis data dan pengetahuan ilmiah yang dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis riset dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.

Pada 10 April 2026, Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan industri sawit secara simbolis melakukan pelepasan serangga penyerbuk tanaman sawit asal Tanzania.Kegiatan pelepasan serangga penyerbuk yang dikenal eladobius ini berlangsung di Kebun PPKS Marihat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, menyebut inovasi ini sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang industri sawit Indonesia.

“Kita belajar dari sejarah bahwa inovasi kecil bisa membawa dampak besar,” ujarnya saat dalam sambutan yang dibacakan Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian Ebi Rulianti.

Selama ini, banyak yang melihat kelapa sawit dari sisi luas lahan dan produksi. Namun di balik itu, terdapat proses biologis yang sangat menentukan penyerbukan alami oleh serangga.

Pada 2025, Indonesia telah mengintroduksi tiga spesies serangga penyerbuk asal Tanzania yaitu E. subvittatus (1.704 ekor), E. kamerunicus (1.494 ekor), dan E. plagiatus (1.359 ekor).

Ketiga spesies ini telah melalui pengujian karantina ketat di Insektarium PPKS Marihat PT Riset Perkebunan Nusantara yang berada dalam pengawasan Badan Karantina Indonesia yang mencakup kemurnian spesies, keamanan ekologis, keefektifan, kompetisi antar spesies, dan analisis metagenomic.

Kegiatan eksplorasi serangga penyerbuk ini dilakukan di Afrika yang sebagian besar pendanaanya bersumber dari BPDP melalui skema riset inisiatif Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Indonesia. Berperan sebagai pelaksana kegiatan yaitu R&D GAPKI dan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) serta adanya peran aktif dari konsorsium PIPPSI (Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia).

Artikel Terkait