Lamandau, SAWIT INDONESIA — PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk melalui Sulung Research Station (SRS) melaksanakan kegiatan pelepasan Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit (SPKS) asal Tanzania di Karang Taba Estate, PT Sawit Mandiri Lestari, Lamandau, Kalimantan Tengah, pada 10 September 2026.
Sebanyak 8.000 serangga dari tiga spesies diperkenalkan dalam program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penyerbukan, produktivitas tanaman, sekaligus mendukung efisiensi operasional perkebunan kelapa sawit.
“Pelepasan hari ini menjadi titik awal yang harus ditindaklanjuti untuk memperoleh informasi serta data sebagai dasar penentuan kebijakan perusahaan,” ujar CEO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Jap Hartono.
Menurutnya program introduksi SPKS perlu terus dikembangkan melalui riset-riset inovatif. Menurutnya, kegiatan pelepasan tersebut merupakan titik awal untuk memperoleh informasi dan data yang dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan perusahaan.
Head of Research Sulung Research Station, Fizrul Indra Lubis, menjelaskan bahwa serangga penyerbuk sawit yang didatangkan dari Tanzania tersebut terdiri atas tiga spesies, yaitu Elaeidobius kamerunicus, Elaeidobius plagiatus, dan Elaeidobius subvittatus. Ketiga spesies tersebut diperkenalkan untuk membantu proses penyerbukan alami pada tanaman kelapa sawit.
Populasi serangga penyerbuk akan terus ditambah untuk didistribusikan ke region 1,2,4, dan 5. Melalui kegiatan ini, perusahaan targetkan produktivitas sawit dapat menjadi 7-8 ton per hektare per tahun melalui inovasi agronomi termasuk penyerbukan.














