• Sabtu, 3 Oktober 2026
Artikel

Sawit Sehat dengan Mycovir: Yuk NgeMycovir

Sahabat Sawit, sangat banyak keluhan yang diutarkan para pekebun yang intinya menyatakan penggunaan mikoriza kurang efektif neningkatkan pertumbuhan serta mengendalikan Ganoderma.

Keluhan ini banyak disampaikan para pekebun sawit baik small holder ataupun diperusahaan besar. Hati – hati, bukan salah mikorizanya tetapi kesalahan sering terjadi pada pemilihan produknya.

Produknya telah dianalisis dan jumlah sporanya ada banyak Pak! Sesuai dengan yang meraka janjikan. Nah, perlu dipahami bahwa mesikupun jumlah spora banyak tidak menjamin bahwa spora-spora tersebut bisa menginfeksi akar sawit dan hidupnya mandi dalamnya.

Sehingga sebelum membeli produk, harus dipastikan yang memberikan layanan purna jual dengan menghitung infeksi akar yang membuktikan mikoriza telah hidup dialam akar sawit. Infeksi akar 80 hingga 90 persen telah bisa menjamin si Ganoderma enggan datang dan menyerang sawit anda.

Penelitian jangka panjang Mycovir di salah satu peruhaan sawit besar dari tahun 2020 hingga saat ini dan berlanjut kelubang tanam, telah membuktikan mikoriza MycoVir menempati urutan pertama dalam hal kecepatan infeksi, kemampuan menginfeksi dan melindungi akar dari pathogen tular tanah.

Kembali mengingatkan bahwaGanoderma control is successful if = Growth rate of new roots > Rate of root damage. Mycovir merupakan satu-satunya produk yang mempunyai ketahanan, kecepatan dan kemampuan infeksi yang tinggi yang mampu beradaptasi dalam akar tanaman sawit. Hati – hati tidak setiap mikoriza itu Mycovir! Mycovir 90% menginfeksi dan melindungi.

Ada apa dengan Ganoderma?

Ganoderma merupakan penyebab penyakit busuk pangkal batang dan busuk batang atas pada tanaman kelapa sawit. Kejadian serangan ganoderma pada perkebunan kelapa sawit sudah lama dilaporkan. Penyakit maut itu datang dengan ciri daun berwarna hijau pucat atau nekrosis serta daun tua layu, melengkung, dan patah.

Penyakit mematikan itu cepat menular ketanaman sehat setelah akarnya bersentuhan dengan tunggul batang atau akar tanaman sakit dan terjadi perlukaan. Gejala lainnya, terbentuknya daun tombak lebih dari 3 buah dan muncul getah di tempat yang terinfeksi.

Selain itu, terbentuk badan buah jamur. Sumber infeksi biasanya tunggul kelapa atau kelapa sawit. Namun, kelapa lebih toleran terhadap Ganoderma sp. Risiko infeksi semakin meningkat dengan adanya luka pada akar tanaman sehat. Faktor penyebab mudahnya perkembangan busuk pangkal batang kelapa sawit antara lain penanaman kelapa sawit di lahan bekas penanaman kelapa dalam.

Sawit yang ditanam di lahan bekas kelapa dalam lebih mudah terinfeksi dibanding penanaman di lahan bekas hutan atau kebun karet. Lahan bekas hutan atau karet, serangan penyakit itu akan terlihat setelah umur 15—20 tahun. Sementara di kebun peremajaan bekas kelapa sawit atau kelapa dalam serangan akan tampak pada umur 10 tahun. Pada pertanaman generasi ketiga penyakit muncul pada tahun ke-3. Intensitas serangan ganoderma juga berkaitan dengan pembersihan sisa sisa tanaman pada waktu peremajaan.

Meskipun berbagai cara telah dilakukan, namun sampai saat ini serangan ganoderma belum terkendali dengan baik. Serangan ganoderma sudah mulai merebak di seluruh wilayah perkelapasawitan di Indonesia, termasuk Papua. Pada tingkat kerusakan 2-4 persen, kerugian negara dapat mencapai antara Rp10 triliun sampai dengan Rp20 triliun per tahun.

Apa manfaat lainnya dari Mycovir?

Berikut perbedaan mycovir dengan mikoriza lainnya:

  1. Produk Mycovir mengandung berbagai jenis mikoriza yang berasal dari lahan sawit endemik Ganoderma di Indonesia.
  2. Bahan pembawa Mycovir berupa pasir, vermiculite dan perlite steril yang membantu meningkatkan sifat fisik dan kimia tanah.
  3. Pasir, vermiculite dan perlite dalam produk Mycovir telah teruji tidak mengandung logam berat, nematoda dan E coli.
  4. Ukuran bahan pembawa Mycovir lebih halus bermanfaat bagi keseragaman jumlah spora / propagul dalam satu gram produk.
  5. Daya infeksi akar Mycovir sebesar 95% sehingga kemungkinan infeksi jamur patogen hanya 5%. Terbaik diantara produk yang sejenis yang beredar di Indonesia, Malaysia dan Filipina.
  6. Produk Mycovir diproduksi dalam green house steril dan ditangani oleh ahli dalam dan luar negeri. Standard produksi internasional yang tergabung dalam International Mycorrhizae Society (IMS)

Masih mauproduk yang lain ? Ingat tidak semua mikoriza itu Mycovir. Kalau Mycovir sudah pasti mikoriza. Untuk informasi lebih lanjut www.mycovir.com.

Artikel Terkait