Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) resmi merombak jajaran Dewan Komisaris guna memperkuat tata kelola dan akselerasi bisnis kelapa sawit nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan masuknya sejumlah nama berlatar belakang akademisi, mantan pejabat kementerian, hingga tokoh asosiasi industri sawit.
Berdasarkan keputusan para pemegang saham yang tertuang dalam Keputusan Pemegang Saham PT Perkebunan Nusantara IV No. 304 Tahun 2026, No. SK.103/DI-DAM/DO/2026, dan DSPS/KPPS/31/2026, para pemegang saham menetapkan susunan baru jajaran pengawas perseroan.
Dalam perombakan ini, Desrial resmi diangkat menjabat sebagai Komisaris Utama PTPN IV PalmCo. Guru Besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut diharapkan mampu memperkuat landasan riset, keilmuan, serta efisiensi operasional pada subholding kelapa sawit milik BUMN tersebut.
Selain Desrial, jajaran komisaris anyar PalmCo turut diisi oleh Suyus Windayana dan Azwar Ishak Manggabarani. Masuknya jajaran figur berlatar belakang rekam jejak birokrasi dan pengelolaan dana perkebunan ini dinilai bakal memperkokoh aspek regulasi dan sinkronisasi kebijakan perseroan dengan agenda strategis pemerintah.
Guna memastikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), pemegang saham juga menetapkan tiga nama pada posisi Komisaris Independen. Ketiganya yakni Arie Yuriwin, Agustinus Antonius, serta Joefly Bahroeny yang dikenal sebagai tokoh senior dan Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Kehadiran Joefly Bahroeny dan jajaran komisaris independen lainnya diharapkan mampu menjembatani sinergi antara kebijakan perseroan dengan dinamika industri sawit nasional, sekaligus mengawal independensi pengawasan bisnis PalmCo.
Seiring penetapan jajaran baru tersebut, para pemegang saham resmi memberhentikan dengan hormat tiga anggota Dewan Komisaris lama, yaitu Dahlan Harahap, Andi Wibisono, dan Fauzi Yusuf, disertai apresiasi atas kontribusi kepemimpinan mereka selama masa jabatan.






