• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Rayakan Dies Natalis ke-5, Beragam Capaian Diraih AKPY – STIPER

YOGYAKARTA, SAWIT INDONESIA – Segenap civitas akademika Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY – STIPER), merayakan Dies Natalis ke-5, pada Minggu (21 Agustus 2022). Dies Natalis ini dirayakan secara sederhana di gedung Aula AKPY – STIPER. Dengan mengundang perwakilan dari Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) selaku yayasan yang menaungi AKPY –STIPER, perwakilan dari INSTIPER Yogyakarta, perwakilan-perwakilan dari perguruan tinggi swasta yang ada di Yogyakarta, serta pejabat struktural dan dosen serta karyawan AKPY-STIPER, dan praktisi perkebunan yang menjadi mitra AKPY-STIPER. Pada momen itu, dijelaskan awal mula lembaga pendidikan didirikan hingga capaian serta rencana AKPY-STIPER di masa mendatang yang disampaikan oleh Direktur AKPY-STIPER, Dr. Ir. Sri Gunawan, SP, MP, IPU. “AKPY - STIPER adalah perguruan tinggi yang paling muda di Yogyakarta. Dan satu-satunya akademi komunitas yang memiliki core competency di perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit. Kenapa perkebunan kelapa sawit, seperti diketahui kelapa sawit saat menjadi komoditas unggulan nasional yang memiliki tantangan dan peluang yang sangat besar. Apalagi saat ini menjadi program dari pemerintah untuk mengembangkan industri kelapa sawit yang sangat berkontribusi besar pada perekonomian nasional,” jelas Sri Gunawan, dalam sambutannya, pada Minggu (21 Agustus 2022). Secara historis, AKPY - STIPER adalah lembaga pendidikan yang diiniasi INSTIPER Yogyakarta. Dan diajukan kepada yayasan (YPKPY) agar mendirikan lembaga pendidikan yang mencetak SDM perkebunan yang setara dengan program Diploma I. Singkatnya, pada 2017 perizinan (SK Dikti) keluar, tepatnya pada 21 Agustus 2017 menandai lahirnya Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY – STIPER). Yang kini dipercaya BPDPKS untuk melakukan pendidikan program Diploma I untuk mencetak SDM dalam mendukung keberlanjutan industri sawit. Lebih lanjut, Sri Gunawan mengatakan saat ini pemerintah terkait dengan perkebunan kelapa sawit terutama perkebunan sawit rakyat memiliki program peremajaan sawit rakyat yang jumlah lebih dari 42% atau 6,94 juta ha dari total 16,38 juta luasan lahan kelapa sawit nasional. “Untuk mendukung peremajaan sawit rakyat membutuhkan forman atau mandor yang bertugas sebagai pendamping. Kebutuhannya sangat banyak berdasarkan dari roadmap Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kebutuhan mandor setiap tahunnya mencapai 1.800 orang untuk (pendamping) perkebunan kelapa sawit rakyat,” kata Sri Gunawan. "Untuk itu, SDM di perkebunan kelapa sawit perlu ditumbuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi perkebunan kelapa sawit rakyat (perubahan iklim, bibit, pemeliharaan dan lainnya). Maka, di AKPY-STIPER ada dua program studi yang berkaitan dengan kelapa sawit yaitu Perawatan Kelapa Sawit dan Pembibitan Kelapa sawit dengan visi Center of excellence pendirian vokasi perkebunan yang kompeten,” imbuhnya. Dari informasi yang didapat SawitIndonesia.com, sejak 2016 - 2021, AKPY - STIPER sudah mengelola program pendidikan (Diploma I) dengan dana dari BPDPKS (beasiswa sawit). Perkembanganya cukup bagus, jumlah mahasiswa pada 2016 sebanyak 200 mahasiswa, pada 2017 sebanyak 250 mahasiswa, pada 2019 sebanyak 300 mahasiswa, pada 2020 sebanyak 250 mahasiswa, pada 2021 sebanyak 250 beasiswa sawit dan 20 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan di tahun 2022 sudah diputuskan oleh BPDPKS mendapatkan program beasiswa sebanyak 310 mahasiswa. “Meski masih terhitung muda tetapi kami mengharapkan civitas akademika AKPY-Stiper harus Aktif (A), Kolaboratif (K), Produktif (P) dan Yakin (Y), ini adalah core value dari AKPY-Stiper. Maka, kami memiliki roadmap yang sangat memperhatikan dosen dan untuk terus melanjutkan jenjang pendidikan S3. Saat ini sudah ada salah satu dosen yang sedang studi S3. Kemudian, kompeten dan evaluasi kinerja melalui KPI (Key Performace Index),” kata Sri Gunawan. Saat ini, mahasiswa AKPY – STIPER bersumber dari program beasiswa sawit (BPDPKS). Di tahun mendatang lembaga pendidikan ini menerima mahasiswa reguler dan program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau). Sementara untuk capaian kinerja, Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) dilakukan secara seimbang. Selain itu, AKPY – STIPER juga secara aktif melakukan kerjasama dengan stakeholders.

Artikel Terkait