• Rabu, 21 Oktober 2026
Berita Terbaru

Peneliti BRIN Beberkan Fakta Seputar Jatuhnya Roket ZhuQue-2E di Sampit

Thomas menjelaskan, ZhuQue-2E merupakan roket peluncur satelit yang dikembangkan perusahaan antariksa komersial China, LandSpace.

Roket menggunakan bahan bakar metana cair dan oksigen cair, yang dikenal sebagai teknologi propulsi liquid oxygen–liquid methane atau methalox. Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan industri antariksa untuk meningkatkan efisiensi sistem peluncuran.

ZhuQue-2E memiliki dua tingkat roket dan merupakan versi pengembangan dari keluarga ZhuQue-2. Roket ini dirancang untuk membawa satelit ke orbit rendah Bumi maupun orbit sinkron Matahari.

Berdasarkan informasi peluncuran yang dipublikasikan Xinhua, roket ZhuQue-2E Y4 diluncurkan dari kawasan peluncuran Dongfeng di China pada 14 Oktober 2026 dengan membawa sepuluh satelit.

"Misi peluncuran tersebut dinyatakan berhasil setelah seluruh satelit ditempatkan pada orbit yang telah ditentukan," jelasnya.

Namun, keberhasilan peluncuran satelit tidak berarti seluruh bagian roket akan terus berada di antariksa. "Setelah menyelesaikan tugasnya, bagian roket yang tidak lagi digunakan dapat tetap mengorbit Bumi untuk sementara waktu. Seiring waktu, hambatan atmosfer secara bertahap menurunkan ketinggian orbit hingga bagian tersebut memasuki kembali atmosfer Bumi," terangnya.

Dalam kasus ZhuQue-2E, badan roket yang diduga menjadi sumber serpihan di Sampit tercatat dengan nomor identifikasi NORAD 101070 dan kode internasional 2026-234L.

Artikel Terkait