• Rabu, 21 Oktober 2026
Artikel

Sinergi DGL Learning Institute, Ditjenbun, dan Pemkab Bengkulu Selatan Percepat ISPO

Bengkulu, SAWIT INDONESIA — DGL Learning Institute, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersinergi mempercepat penerapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat pekebun melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui Pelatihan Sertifikasi Auditor ISPO Pekebun (Internal Control System/ICS) pada 19–22 Oktober 2026 di Hotel Mercure Bengkulu. Kegiatan yang diikuti 23 peserta dari Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan ini didukung pendanaan APBD Perubahan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman calon auditor mengenai kebijakan perkebunan berkelanjutan, persyaratan sertifikasi ISPO sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025, serta penerapan ICS sebagai sistem pengendalian internal kelompok pekebun.

Direktur Utama DGL Learning Institute, M. Gema Aliza Putra, mengatakan peningkatan kapasitas SDM penting untuk mendukung penerapan ISPO. Peserta diharapkan tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu melakukan pendampingan, pengawasan, dan memperkuat tata kelola perkebunan berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami regulasi dan persyaratan sertifikasi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam proses pendampingan, pengawasan, dan penguatan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkab Dukung Percepatan ISPO

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah, MM, mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan penuh Bapak Bupati terhadap sektor pertanian, khususnya perkebunan, karena kelapa sawit menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan,” ungkapnya.

Menurutnya, DGL Learning Institute dipilih sebagai mitra karena memiliki pengalaman dalam pengembangan SDM perkebunan, termasuk pelatihan teknis budidaya dan pemetaan lokasi perkebunan. Pemkab berharap pelatihan ini meningkatkan kemampuan peserta dalam mendampingi pekebun memenuhi persyaratan ISPO.

Ditjenbun Perkuat Daya Saing

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjenbun, Mutiara Sari, STP, Ph.D., yang hadir secara daring, menegaskan bahwa penerapan ISPO penting untuk meningkatkan daya saing kelapa sawit Indonesia di tengah tuntutan pasar global.

“Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat implementasi ISPO dan daya saing kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi dinamika serta tuntutan pasar global,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut memperkuat pemahaman calon auditor agar mampu mendukung penerapan standar keberlanjutan di tingkat pekebun.

Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pemahaman tentang ICS untuk membantu kelompok pekebun menata administrasi, memperbaiki pencatatan kebun, dan memastikan penerapan praktik perkebunan sesuai persyaratan sertifikasi.

Melalui sinergi DGL Learning Institute, Ditjenbun, dan Pemkab Bengkulu Selatan, peningkatan kompetensi auditor diharapkan berlanjut pada pendampingan nyata di lapangan sehingga proses sertifikasi ISPO semakin siap dilaksanakan dan tata kelola perkebunan rakyat semakin berkelanjutan serta berdaya saing.

Topik:ISPO

Artikel Terkait