Jakarta, SAWIT INDONESIA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan rencana pemerintah untuk memperluas pengembangan perkebunan sawit hingga 2 juta hektare. Menurut Ketua Umum PAN itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi nasional agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
Ia menjelaskan, program hilirisasi sawit telah memberi dampak signifikan, terutama dengan berkurangnya ketergantungan pada impor solar. Saat ini, Indonesia sudah memanfaatkan campuran biodiesel seperti B40 dan tengah mengarah ke B50.
“Untuk solar, kita sudah tidak impor lagi. Jadi kalau ada isu kenaikan, itu lebih ke bensin. Kalau solar, kita sudah cukup,” ujar Zulhas saat memberikan sambutan dalam Rakernas PAN di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Selain sawit, pemerintah juga berencana mengembangkan 1 juta hektare perkebunan tebu. Komoditas ini nantinya akan diolah menjadi etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM), sehingga dapat memperkuat bauran energi nasional.
Pengembangan tebu tersebut antara lain sudah mulai dilakukan di wilayah Merauke, Papua. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong percepatan transisi energi melalui penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.
Program konversi ini ditargetkan menyasar hingga sekitar 120-130 juta sepeda motor. Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk mempercepat peralihan tersebut sekaligus menekan konsumsi BBM secara signifikan.
Zulkifli Hasan menegaskan, seluruh kebijakan tersebut bertujuan mewujudkan kemandirian energi sekaligus ketahanan pangan nasional. Ia juga menyatakan PAN mendukung langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk mempercepat hilirisasi dan mencapai swasembada di sektor energi dan pangan.














