• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Istana Terima Usulan APKASINDO Berkaitan Minyak Goreng

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menyampaikan perkembangan terkini persoalan sektor kelapa sawit mulai minyak goreng sampai kepada harga pupuk dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jend TNI (Purn) Dr. Moeldoko, S.IP, yang juga Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) di Istana Negara (14 Maret 2022).

Dalam pertemuan ini, hadir Ketua Umum DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), Dr. Gulat ME Manurung, MP.,CIMA, didampingi Sekjend DPP APKASINDO, Rino Afrino, ST.,MM.,CAPO.

Sementara itu, Dr Moeldoko juga didampingi oleh Anggota Dewan Pembina DPP APKASINDO, Mayjend TNI (Pur) Erro Kusnara, S.IP yang juga merupakan Tenaga Ahli Utama (TAU) KSP dan dari Deputi II dan Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP).

"Pak Moeldoko menyampaikan bahwa kebijakan DMO dan DPO jangan merugikan petani sawit. Beliau juga menghimbau kepada seluruh petani sawit supaya mematuhi regulasi terkait dengan percepatan PSR (peremajaan sawit rakyat) dan penyelesaian kendala sawit dalam kawasan hutan," ujar Gulat menceritakan isi pertemuan tersebut.

Berkaitan minyak goreng, dijelaskan Gulat, bahwa APKASINDO membantu distribusi minyak goreng mitra APKASINDO melalui Koperasi Holding APKASINDO Sawit Setara seperti dengan Apical Group (Asian Agri), Musim Mas, Sinarmas, Permata Hijau dan Sungai Budi.

Sampai hari ini APKASINDO sudah menyalurkan 345.000 liter minyak goreng di 7 Provinsi DPW APKASINDO dan menyusul 17 Provinsi lainnya.

Pada pertemuan tersebut Gulat dan Rino juga menyampaikan resolusi percepatan penyelesaian kelangkaan minyak goreng.

Sebagaimana disampaikan Gulat ke media bahwa permasalahan utama minyak goreng ini bukan DMO.

"Pada prinsipnya korporasi sawit sudah patuh. Namun menaikkan DMO dari 20% ke 30% seharusnya tidak perlu terburu-buru dilakukan, karena DMO 20% sudah melebihi dari cukup untuk bahan baku minyak goreng kebutuhan domestic dan tentunya naiknya DMO ini pasti berdampak kepada harga TBS Petani, seperti hasil tender CPO di KPBN (kantor pemasaran bersama nusantara, BUMN) hari ini yang turun menjadi Rp.15.816/kg dari sebelumnya Rp.17.348/Kg CPO, padahal harga CPO dipasar internasional jauh diatas KPBN “tentu hal ini sebagai dampak naiknya DMO menjadi 30%’, ujar Gulat.

Tender KPBN adalah acuan harga TBS Petani oleh Dinas Perkebunan, lihat saja besok di penetapan harga TBS diseluruh Provinsi Sawit akan turun rerata Rp.459/kg TBS Petani, itu sudah kami hitung.

Gulat menyarankan Kementerian Perdagangan lebih fokus masalah distribusi. Dimulai distribusi CPO dari DMO ke semua pabrik-pabrik minyak goreng. Faktanya saat ini, dari 78 Pabrik Minyak goreng, sudah 6 yang tutup karena tidak mendapatkan CPO dari DMO seharga DPO (Rp.9.300). Kedua distribusi minyak goreng dari pabrikan ke konsumen. Harga ecer tertinggi seperti kelompok minyak goreng curah Rp.11.500/Liter. Harga ini ditingkat konsumen.

Selanjutnya, mobilisasi minyak goreng dari pabrik ke gudang distributor dan dari distributor ke konsumen akhir, telah mencapai kisaran Rp.1.500-Rp2.000/Liter, belum lagi lost saat mengecer minyak curah. Jika dihitung harga di pabrik sampai ke konsumen akhir sudah mencapai rerata Rp.11.300/Liter, sementara harga HET minyak curah Rp.11.500, artinya margin bagi distributor hanya Rp.200/liter.

"Tentu ini menjadi masalah serius dan tidak menarik bagi yang ingin menjadi distributor. Saran kami dalam hal ini adalah harga minyak goreng kemanapun tujuannya harganya sama (konsep satu harga), dan kami mengusulkan biaya mobilisasi minyak goreng dari pabrik sampai ke konsumen akhir ditanggung oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), " urai Gulat.

Ia meminta pelaksanaan DMO dan DPO cukup minyak goreng curah serta kemasan sederhana saja.

"Untuk minyak goreng kelas premium supaya dilepas saja harganya ke pasar, mau Rp.25.000 atau Rp.30.000/liter itu ada konsumennya, ini akan lebih adil, "pungkas Gulat.

Pada kesempatan tersebut, Rino Afrino juga menyampaikan undangan kepada Pak Moeldoko sebagai Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO untuk menghadiri acara Pengukuhan DPW APKASINDO Provinsi Sumatera Utara dimana pada acara tersebut (17-19 Maret 2022) juga diadakan FGD Percepatan PSR sekaligus FGD Tatacara Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit dan Pabrik Minyak Goreng dengan menghadirkan 22 Ketua DPW APKASINDO dari seluruh Indonesia.

Artikel Terkait