• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Mentan Amran Dukung Andalas Forum VI Sebagai Forum Strategis Industri Sawit

Palembang, SAWIT INDONESIA – Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman berpesan Andalas Forum VI dapat menjadi menjadi momentum yang sangat penting untuk membahas arah strategis pembangunan perkebunan kelapa sawit Indonesia di tengah dinamika dan tuntutan pasar global yang semakin kompleks.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, narasumber, peneliti, praktisi, pelaku usaha, serta para mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan forum ini,” ujar Menteri Amran dalam sambutan yang dibacakan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Dr. Iim Mucharam, Jumat (17 April 2026).

Amran menyebutkan Andalas Forum ke-VI merupakan wadah yang strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong tata kelola industri sawit yang lebih baik, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta memperkuat keberlanjutan sektor sawit Indonesia agar semakin berdaya saing dan diterima di pasar global.

Selain itu, dikatakan Amran, komoditas sawit ini bukan hanya sebagai komoditas ekspor saja tetapi juga sebagai bagian dari sistem ekonomi global yang menuntut untuk bertransformasi kearah yang lebih berdampak terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang berkelanjutan.

Andalas Forum adalah agenda rutin GAPKI se-Sumatera yang dilakukan setiap tahun. Pada 2026, GAPKI Sumatera Selatan menjadi tuan rumah kegiatan seminar dan pameran ini.

Ratna Dewi, Ketua Panitia Andalas Forum VI mengatakan Kegiatan ini terdiri dari rangkaian seminar strategis dan pameran, yang dirancang untuk menjawab berbagai isu krusial industri sawit saat ini, baik di tingkat nasional maupun global.

Di Sesi seminar pertama mengangkat topik “Sawit Indonesia: Mau dibawa kemana?”. Sesi ini membahas arah kebijakan strategis industri sawit nasional, termasuk isu keseimbangan antara kepentingan energi, pangan, dan keberlanjutan global.

Di sesi ke-II dengan topik “Sawit Indonesia: Anugerah atau Ancaman?”, forum ini menjadi ruang dialog untuk membahas isu deforestasi, konflik lahan, perubahan iklim, serta penguatan aspek hukum dan tata kelola industri sawit.

Lalu di sesi ke-III bertemakan “Positioning dan Keberterimaan ISPO”, membahas penguatan standar ISPO dalam menghadapi tuntutan pasar global, termasuk aspek transparansi, digitalisasi, dan strategi komunikasi.-

Di sesi ke-IV, seminar bertemakan "IInovasi Teknologi Rantai Pasok Sawit”, difokuskan pada pemanfaatan teknologi, digitalisasi, serta integrasi sistem data dalam meningkatkan transparansi dan traceability rantai pasok.

Kegiatan ini juga diramaikan oleh 48 stand pameran dengan 44 exhibitor, yang menampilkan berbagai inovasi dan dukungan terhadap industri kelapa sawit.

Artikel Terkait