• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Musim Mas Perkuat Bisnis Benih Sawit, Kenalkan Empat Varietas Unggul di SIEXPO 2026

Produsen minyak sawit terintegrasi, Musim Mas Group, memanfaatkan ajang SIEXPO 2026 untuk memperkenalkan empat varietas benih kelapa sawit unggul hasil riset Genetic Research Centre (GRC). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat produktivitas perkebunan sekaligus menjawab kebutuhan industri akan material tanam berkinerja tinggi.

Manager of GRC - Seed Production Unit PT Musim Mas, Benny Wijaya, mengatakan SIEXPO menjadi platform strategis untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya penggunaan benih unggul sebagai fondasi peningkatan produktivitas perkebunan sawit.

"SIEXPO mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri sawit, mulai dari perusahaan, pekebun, akademisi, peneliti, penyedia teknologi hingga pemerintah. Kami ingin memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan inovasi benih sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri," ujarnya.

Musim Mas merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di Indonesia yang beroperasi di 14 negara. Kegiatan usahanya mencakup seluruh rantai pasok industri sawit, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, hingga oleokimia dan specialty fats.

Di sisi keberlanjutan, perusahaan menjadi salah satu pelopor sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hingga Juli 2023, seluruh 17 entitas operasional hulunya telah mengantongi sertifikat ISPO. Musim Mas juga aktif mendampingi pekebun swadaya dalam peningkatan kapasitas dan sertifikasi sebagai bagian dari penguatan industri sawit nasional.

Empat Varietas Baru

Dalam SIEXPO 2026, Musim Mas akan menampilkan empat varietas unggulan yang resmi dilepas pada Oktober 2023, yakni DxP Musim Mas GS1, GS2, GS3, dan GS4.

Keempat varietas tersebut dikembangkan melalui riset berkelanjutan untuk menghasilkan produktivitas tinggi sekaligus mampu beradaptasi di berbagai kondisi lahan.

Di antara keempat varietas tersebut, DxP Musim Mas GS4 memiliki potensi produksi tandan buah segar (TBS) tertinggi, yakni 31,90 ton per hektare per tahun, sedangkan DxP Musim Mas GS2 menawarkan potensi rendemen minyak (Oil Extraction Rate/OER) tertinggi sebesar 30,19% dengan potensi produksi CPO mencapai 9,34 ton per hektare per tahun.

Menurut Benny, seluruh varietas tersebut telah melalui pengujian komprehensif, baik dari sisi produktivitas maupun kemampuan adaptasi, sehingga diharapkan mampu menjawab tantangan peningkatan efisiensi dan produktivitas perkebunan.

"Kami ingin memberikan gambaran yang lebih konkret kepada pelaku industri mengenai potensi varietas yang kami kembangkan sekaligus menunjukkan bahwa inovasi benih dapat menjadi salah satu kunci peningkatan daya saing perkebunan sawit," katanya.

Bangun Kepercayaan Pasar

Alih-alih mengejar penjualan dalam jangka pendek, Musim Mas memanfaatkan SIEXPO sebagai sarana membangun kepercayaan pasar terhadap produk benih yang dikembangkan perusahaan.

Perseroan juga mulai membuka peluang kemitraan dengan berbagai pelaku industri sebagai bagian dari strategi memperluas adopsi varietas unggul secara bertahap.

"Fokus kami saat ini adalah memperkenalkan produk sekaligus memperoleh masukan dari pasar sebagai dasar pengembangan dan distribusi pada tahap berikutnya," ujar Benny.

Musim Mas mencatat permintaan terhadap benih unggul terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya program peremajaan tanaman (replanting) dan pengembangan areal perkebunan baru.

Menurut perusahaan, kebutuhan akan material tanam yang lebih produktif dan adaptif diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan tuntutan peningkatan produktivitas industri sawit nasional.

Untuk mendukung pelanggan, Musim Mas tidak hanya menyediakan benih, tetapi juga layanan purna jual berupa pendampingan teknis sejak tahap pembibitan hingga penerapan praktik budidaya sesuai standar perusahaan.

Tim teknis perusahaan juga memberikan konsultasi mengenai karakteristik genetik varietas, teknik penanaman, hingga pemeliharaan tanaman agar potensi benih dapat dimanfaatkan secara optimal."Pendampingan teknis menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap benih yang digunakan mampu memberikan kontribusi terhadap produktivitas kebun sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perkebunan," tutur Benny.

Artikel Terkait