• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

Mencetak Petani Sawit Naik Kelas: BPDP-AKPY Hadirkan Pelatihan Inovatif Berbasis Taksonomi Bloom

Makassar, SAWIT INDONESIA –Materi tersampaikan dan dapat diaplikasikan atau dipraktikkan menjadi target bagi Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) selaku pelaksana pelatihan petani sawit program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS).

Lalu, bagaimana AKPY dalam melaksanakan pelatihan petani tersebut?

Dari pantauan redaksi sawitindonesia.com, di lokasi pelatihan, ada hal menarik dari lembaga pelatihan yang berkantor di Yogyakarta ini dalam melaksanakan pelatihan petani sawit program pengembangan SDM PKS yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjebun) – Kementerian Pertanian.

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP,MP menyampaikan pihaknya menginginkan para peserta pelatihan petani sawit program pengembangan SDM PKS yang dilaksanakan AKPY dapat menerima materi dan mampu mempraktikkannya dengan baik dan benar.

“Hal tersebut menjadi target bagi kami (AKPY), selaku mitra pelaksana pelatihan petani sawit program SDM PKS dari BPDP dan didukung Ditjenbun. Untuk itu, dalam pelaksanaanya kami menggunakan model pembelajaran Taksonomi Bloom,” ujarnya, saat ditemui di Makassar – Sulawesi Selatan (Sulsel), di sela-sela kegiatan pelatihan petani sawit program pengembangan SDM PKS 2025.

“Mengingat, peserta pelatihan semua petani sawit sudah memiliki pengalaman namun pengalaman berbudidaya umumnya belum sesuai standar. Maka, pada pelaksanaan pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Panen & Pascapanen, model pembelajaran Taksonomi Bloom cukup tepat,” tambah Dr. Sri Gunawan.

Menurutnya, dengan model pembelajaran Taksonomi Bloom, yang lebih menekankan pada cara Mengingat (Remembering), Memahami (Understanding) dan Menerapkan (Applying).

“Ini lebih cocok karena menyesuaikan peserta (petani sawit) yang sudah memiliki pengalaman budidaya (kelapa sawit), hanya saja belum sesuai standar. Maka, dengan model pembelajaran dan cara ini, peserta bisa lebih mudah memahami dan menerapkan ilmunya sesuai denganGood Agriculture Practices (GAP) di kebun masing-masing, dan menularkan kepetani sawit lainnya. Apa lagi peserta dibekali modul sesuai dengan kelas pelatihan. Jika memang tidak mengingat dan belum paham bisa dibuka lagi modulnya, usai pelatihan,” ungkap Dr. Sri Gunawan.

Taksonomi Bloom adalah kerangka hierarki untuk mengklasifikasikan tujuan pembelajaran, dari tingkat rendah (mengingat) hingga tinggi (mencipta). Kerangka ini dibagi menjadi tiga ranah utama: kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan fisik).

Pada pelaksanaan pelatihan petani sawit program Pengembangan SDM PKS, AKPY menghadirkan narasumber atau instruktur dengan latar praktisi kebun (sawit) dan akademisi, yang menyampaikan materi secara interaktif, dengan cara ceramah, diskusi dan praktik.

Selain itu, meyisipkan sesi ice breaking (penyegaran) di setiap sesi materi dengan berbagai games yang disampaikan langsung oleh tim outbound profesional, dari Ilalang Adventure.

“Sesiice breaking sengaja kami hadirkan untuk peserta. Kenapa, kami ingin peserta tetap bisa fokus di setiap pembelajarannya. Kami paham, peserta (petani sawit) terbiasa beraktivitas di lapangan (kebun) maka akan terasa jenuh ketika harus duduk selama berjam-jam selama pembelajaan di kelas. Maka, perlu ada sesi penyegaran agar tetap konsentrasi dalam menerima penjelasan dari narasumber,” jelas Dr. Sri Gunawan.

“Tidak hanya itu, kami juga menghadirkan outbound untuk peserta. Untuk mengembangkan kemampuan diri dan kelompok melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendalam di ruang terbuka. Kegiatan ini untuk meningkatkan kerjasama tim, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kepercayaan diri, dan kemampuan memecahkan masalah, dengan berbagai permainan (games),” pungkasnya.

Artikel Terkait