Koperasi Kongbeng Bersatu telah berhasil mencapai produktivitas sawit tertinggi di Indonesia. Selain penghargaan koperasi ini juga menerima uang sebesar Rp50 juta dari GAPKI.
Keteguhan dan ketelatenan dalam merawat tanaman kelapa sawit membuahkan hasil. Hal inilah yang dilakukan salah satu kelembagaan petani sawit dari Kutai Timur, Kalimantan Tengah, sehingga mampu mencatat produktivitas tertinggi di Indonesia.
Maka, tak heran keberhasilan yang diraih mendapat penghargaan yang diberikan pada gelaran Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2024, di Bali. Penghargaan yang diterima oleh Koperasi Kongbeng Bersatu dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) adalah bentuk apresiasi yang telah berhasil mencapai produktivitas tertinggi.
Ketua Koperasi Kongbeng Bersatu, Agus Taman, mengatakan pihaknya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan atau pencapaian yang diraih.
"Alhamdulillah, koperasi kami mendapat apresiasi dari GAPKI sebagai mitra yang menyatakan produktivitas kebun sawitnya tertinggi di Indonesia. Selain penghargaan, koperasi juga menerima uang sebesar Rp 50 juta dari GAPKI," ujar Taman.
Dari informasi yang didapat tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, produktivitas kebun sawit koperasi Kongbeng Bersatu mencapai 36,84 ton per hektare per tahun, angka yang cukup tinggi di industri perkebunan kelapa sawit.
Dengan kapasitas produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 3,07 ton/ha/bulan, Koperasi Kongbeng Bersatu memiliki keyakinan yang tinggi produktivitas masih bisa ditingkatkan melalui optimalisasi pemeliharaan dan pemupukan.
Lalu, bagaimana keberhasilan itu dicapai? Agus Taman mengungkapkan keberhasilan yang dicapai dengan produktivitas tinggi diraih karena keseriusannya dalam mengelola kebun sawit.
“Keseriusannya, salah satunya dengan memberikan perawatan sesuai dengan prosedur dan diawali dengan memilih bibit yang unggul. Selain itu, melakukan pemupukan sesuai dosis yang dianjurkan,” ungkapnya, dalam pesan singkat yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia.
“Secara teknis, kami menggunakan bibit yang mempunyai hasil dengan kualitas dan kuantitas yang bisa diandalkan seperti Dami Mas, yang saat ini digunakan disebagian besar lahan petani anggota,” imbuh Taman dalam penjelasan melalui aplikasi pesan (whatsapp).
Untuk diketahui, Koperasi Kongbeng Bersatu yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, saat ini mengelola lahan sawit seluas 4.800 hektare dengan jumlah 1.600 anggota.
Akan terus pertahankan produktivitas
Lebih lanjut, Taman, menjelaskan pihaknya akan berupaya mempertahankan produktivitas tetap tinggi. Di antaranya melalui pemupukan yang berimbang, mempertahankan jumlah pelepah yang dianjurkan, pengendalian gulma yang benar, teknis konservasi sesuai CH.
“Dan, yang tidak kalah penting yaitu berdoa, sebab kami menyakini dengan berdoa bisa mendukung proses maksimalnya produktifitas,” jelasnya.
“Harapan kedepan dalam mengelola sawit dapat tetap bermitra dengan perusahaan (Sinar Mas) karena dengan bermitra ada kepastian pemasaran dan pembinaan agronomi oleh staf agronomi dari perusahaaan. Sehingga pengelolaan Kelapa Sawit yang berkelanjutan terus dijalankan serta menjaga lingkungan hidup di sekitarnya,” sambung Taman.
Dalam mengelola kebun sawit, Taman bersama anggota mempunyai filosofi yaitu memilih bibit yang baik adalah awal untuk melangkah menuju kesuksesan. Hal ini yang mendasari dalam merawat kebun sawit sehingga bisa mencapai produktivitas tinggi.
“Selain itu, pola kemitraan antara petani sawit dan perusahaan seperti Sinar Mas Group menjadi salah satu kunci keberhasilan. Kemitraan ini memastikan petani tidak mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen, karena semuanya dibeli oleh perusahaan,” ungkapnya.
Kemitraan yang terjalin juga berdampak positif pada harga beli TBS yang tetap stabil. Harga tersebut mengacu pada penetapan dinas perkebunan, memberikan kepastian bagi para petani untuk menikmati hasil kebun dengan maksimal.
Pada kesempatan berbeda, terkait dengan Koperasi Kongbeng Bersatu yang menjadi mitra perusahaan (Sinarmas), Hery Agus, Unit Head GKMZ (Sinarmas Group) menjelaskan bahwa Koperasi Kombeng Bersatu merupakan salah satu koperasi mitra swadaya Perusahaan Sinarmas di wilayah kerja Kalimantan Timur.
“Sejak bermitra koperasi menunjukkan sinergi yang baik dengan perusahaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani anggotanya melalui peningkatan produktifitas kebunnya. Dengan menerapkan teknis-teknis agronomi yang menjadi salah satu unggulan kegiataan kemitraan Sinarmas Group yaitu pembinaan petani swadaya,” jelasnya, dalam pesan singkat, beberapa waktu lalu.
“Koperasi juga menjaga pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) hasil petani melalui komitmennya untuk tetap bermitra dengan perusahaan agar produktifitas kebun petani tetap terjaga dan meningkat,” tambah Hery.
Penghargaan yang diterima Koperasi Kongbeng Bersatu, bukanlah kali pertama. Melainkan, pada 2019 lalu, koperasi ini mendapatkan penghargaan serupa dari GAPKI, dengan perolehan produktivitas tertinggi.
Tahun lalu, koperasi Kongbeng Bersatu juga mendapatkana presiasi dari GAPKI koperasi Kongbeng Bersatu meraih penghargaan berkat produktifitas tertinggi tingkat nasional tahun 2023. Dengan produksi mencapai 33 ton/hektar tiap tahunnya. Meski usia tanam berbeda-beda.
Dari info yang ada, usia tanam kebun yang dikelola Koperasi Kongbeng Bersatu mulai tanam tahun 2001, 2004 sampai 2013. Kebun ini mulai berproduksi sejak 2005 lalu hingga saat ini.
Selain bibit unggul, yang menjadi salah satu faktor penentu produktivitas tinggi, diuntungkan pula dengan curah hujan yang mendukung untuk tanaman kelapa sawit, antara 2000 s/d 2500 mm/tahun.
Keberhasilan koperasi Kongbeng Bersatu mampu menggerakkan perekonomian dan memberikan semangat dalam pengembangan sektor agribisnis dan agroindustri di Kalimantan Timur, serta menjadi motivasi bagi koperasi-koperasi yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia. Seperti diketahui, kelapa sawit merupakan salah-satu komoditi perkebunan unggulan Indonesia yang menyumbang devisa negara. Saingan utamanya untuk saat ini hanya industri pariwisata. Sehingga tidak salah jika kemudian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berorientasi sejak lama, menyiapkan daerah ini dengan kekuatan agrobisnis dan agroindutrinya.






