Bengkulu, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar Workshop Padu Perkasa sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan pekerja harian di industri perkebunan kelapa sawit. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu, Kamis (7/5/2026), dan diikuti sekitar 50 peserta dari perusahaan anggota GAPKI serta perwakilan serikat pekerja.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi sistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan melalui sosialisasi Padu Perkasa (Panduan Umum Perjanjian Kerja Harian Sawit Berkelanjutan).
GAPKI Dorong Perlindungan Pekerja Harian Sawit
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu yang diwakili Kepala Bidang Hubungan Industrial, Ali Sadikin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai mampu menjadi ruang dialog positif antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.
Menurutnya, sinergi antar pihak sangat penting untuk memperkuat implementasi ketenagakerjaan yang berkelanjutan di sektor perkebunan sawit.
Ali Sadikin juga mengajak perusahaan perkebunan sawit di Bengkulu untuk bergabung sebagai anggota GAPKI agar koordinasi dengan pemerintah semakin efektif, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan dan mendukung pengembangan industri sawit berkelanjutan.
Padu Perkasa Jadi Panduan Praktis Industri Sawit
Sekretaris GAPKI Cabang Bengkulu, Hasan Slamet, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman bersama terkait penggunaan Perjanjian Kerja Harian (PKH) yang sesuai regulasi dan prinsip kerja layak.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerapan panduan tersebut membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan, pekerja, pemerintah, hingga organisasi pendukung lainnya.
“Implementasi panduan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar perlindungan pekerja harian di sektor sawit semakin baik,” ujarnya.
Bahas Regulasi PKH dan Tantangan di Lapangan
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga. Direktur Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Yuli Adiratna, memaparkan materi mengenai penggunaan Perjanjian Kerja Harian berdasarkan regulasi nasional.
Dalam pemaparannya, Yuli menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan guna memastikan hak-hak pekerja terlindungi sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif.
Selain itu, Earthworm Foundation turut menyampaikan materi terkait implementasi Padu Perkasa. Kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai tantangan penerapan PKH di lapangan dari perspektif serikat pekerja maupun perusahaan.
Peserta workshop juga mengikuti sesi identifikasi masalah, diskusi kelompok, penyusunan rencana tindak lanjut, hingga penandatanganan komitmen bersama.
Kolaborasi GAPKI dan Serikat Pekerja untuk Sawit Berkelanjutan
Padu Perkasa merupakan hasil kolaborasi antara GAPKI, Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI), Earthworm Foundation, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Panduan ini disusun sebagai acuan praktis untuk memperbaiki kondisi kerja pekerja harian di sektor perkebunan kelapa sawit sekaligus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di industri sawit nasional.
Melalui workshop ini, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja dalam mewujudkan praktik ketenagakerjaan yang lebih baik, adil, dan berkelanjutan di industri kelapa sawit Indonesia.
Sumber: gapki.id














