• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi BPDP, Ditjenbun, dan DGL: Bekali Petani Sawit Nunukan dengan Teknis Budidaya dan Praktik Lapangan

Nunukan, SAWIT INDONESIA - PT Daya Guna Lestari (DGL) sebagai mitra pelaksana resmi menyelenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit. Pelatihan ini merupakan impelementasi dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) Tahun 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI.

Pelatihan dilaksanakan di salah satu hotel di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) selama lima hari, Senin – Jum’at, 26 – 30 Mei 2025). Diikuti 63 peserta dari Kabupaten Nunukan. Terdiri dari petani sawit mandiri, pekerja kebun, penyuluh, serta masyarakat sekitar kebun yang telah direkomendasikan secara resmi melalui rekomendasi teknis oleh Direktorat Jenderal Perkebunan.

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara oleh PT Daya Guna Lestari dalam program SDM-PKS.

“Pelatihan yang kami selenggarakan tahun ini mencakup tiga program utama, yaitu teknis budidaya kelapa sawit, kepemimpinan dan komunikasi, serta penumbuhan kebersamaan pekebun. Namun khusus di Kalimantan Utara, kami fokuskan pada penguatan technical skill, dengan materi yang membahas aspek teknis budidaya kelapa sawit,” ujarnya.

“Ini merupakan pengalaman pertama kami hadir di Kalimantan Utara dalam program SDM-PKS. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan. Fakta bahwa di Pulau Nunukan ini terdapat beberapa perusahaan kelapa sawit yang menunjukkan betapa besarnya potensi yang ada, dan hal ini tentu perlu terus didampingi dan diperkuat secara berkelanjutan,” jelas Gema.

Pada kesempatan yang sama, Mohtari, S.Pt., M.M., mengatakan program pelatihan ini telah diusulkan sejak tahun 2023, mendapat rekomendasi teknis pada 2024, dan baru direalisasikan tahun 2025 oleh PT. Daya Guna Lestari sebagai pelaksana kegiatan.

“Program ini sangat relevan mengingat Kalimantan Utara saat ini mengalami pertumbuhan komoditas kelapa sawit yang sangat pesat,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan.

Lebih lanjut, Mohtari menambagkan komoditas sawit kini terus berkembang, tidak hanya di Nunukan tetapi juga telah menyebar dibeberapa provinsi Kalimantan Utara.

“Bahkan saat ini, banyak petani sawah yang mulai melirik potensi sawit sebagai sumber pendapatan baru. Namun demikian, sejalan dengan arahan Presiden terkait swasembada pangan, kita tidak bisa hanya fokus pada sawit semata. Oleh karena itu, saat ini juga mulai digalakkan program TUSIP, yaitu tumbang sisip penanaman padi di sela tanaman kelapa sawit sebagai bentuk integrasi antara perkebunan dan pangan,” imbuhnya.

“Untuk itu, kami berharap melalui pelatihan teknis ini, para petani bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk mendongkrak produktivitas kebun masing-masing,” pungkas Mohtari.

Materi dan praktik lapangan

Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan, para peserta selain materi di kelas. Peserta mendapat kesempatan melakukan praktik langsung di lapangan bersama para narasumber. Salah satunya dengan membuat pupuk organik menggunakan kotoran sapi, serta melakukan pembuatan rorak sebagai upaya konservasi tanah dan air di areal kebun.

Kegiatan praktik ini menjadi bagian penting dalam pelatihan, karena memberikan pemahaman aplikatif yang dibutuhkan petani untuk diterapkan secara langsung di kebun masing-masing.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan akan lahir petani-petani kelapa sawit yang semakin siap menghadapi tantangan di lapangan, memiliki pemahaman teknis yang kuat, serta mampu mengelola kebun secara mandiri dan berdaya saing.

“Komitmen bersama antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemerintah Daerah, dan PT Daya Guna Lestari diharapkan terus terjalin, agar upaya penguatan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit dapat menjangkau lebih banyak daerah, termasuk wilayah-wilayah potensial seperti Kalimantan Utara. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan industri sawit nasional yang berkelanjutan,” ujar Gema.

Artikel Terkait