• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kinerja Ekspor Sawit Indonesia Bersinar di Pasar Global: Dongkrak Devisa Sekaligus Tingkatkan Kesejahteraan Petani

JAKARTA, SAWIT INDONESIA — Kinerja ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil / CPO) dan produk turunannya mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,49 persen sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penguatan ini turut memperkokoh kontribusi sektor sawit terhadap total ekspor pertanian dan nonmigas nasional di kancah global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor nonmigas Indonesia pada periode tersebut mencapai US0,01 miliar (meningkat 5,21 persen), sementara total ekspor keseluruhan menembus US7,03 miliar (tumbuh 4,43 persen). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa tren positif ini salah satunya ditopang oleh kenaikan harga komoditas global, khususnya penguatan harga minyak sawit yang masuk dalam kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS15). Di samping itu, Tiongkok masih menjadi salah satu pasar utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai US,62 miliar.

Fokus pada Hilirisasi dan Penguatan Hulu

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencapaian ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri pengolahan berbasis pertanian di dalam negeri. Pemerintah terus mendorong agar ekspor tidak hanya bertumpu pada bahan mentah, melainkan diperkuat melalui hilirisasi demi menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

“Indonesia ini salah satu produsen sawit terbesar dunia. Ini kekuatan kita. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tetapi kita dorong hilirisasi supaya nilai tambahnya semakin besar,” tegas Mentan Amran.

Untuk mengawal pertumbuhan tersebut, pemerintah mengombinasikan penguatan di sektor hulu—seperti peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, dan perbaikan praktik budidaya—dengan pengembangan industri hilir agar produk pertanian Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Bermuara pada Kesejahteraan Petani

Mentan Amran juga menekankan bahwa setiap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekspor harus memberikan dampak nyata bagi garda terdepan sektor pertanian, yakni para petani dan pekebun. Dengan sinergi yang kuat dari hulu hingga hilir, diharapkan produk pertanian Indonesia semakin mendunia serta mendatangkan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Sumber: pertanian.go.id

Artikel Terkait