Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Sebanyak 234 titik panas atau hotspot terpantau mendera Provinsi Riau hingga Jumat pagi, memicu kekhawatiran kabut asap dan kualitas udara yang memburuk bagi warga setempat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru yang diperbarui pukul 07.00 WIB, Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah paling parah dengan sebaran mencapai 79 titik panas. Lonjakan ini menempatkan Riau sebagai salah satu daerah dengan sebaran hotspot signifikan di Pulau Sumatera.
"Total hotspot di wilayah Sumatera secara keseluruhan bahkan telah mencapai 2.671 titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy Siregar.
Sumatera Selatan tercatat sebagai wilayah dengan penyumbang titik panas tertinggi di pulau tersebut dengan 1.583 titik, disusul oleh Jambi sebanyak 330 titik, serta Kepulauan Bangka Belitung dengan 312 titik. Sementara itu, wilayah lain seperti Lampung mencatatkan 115 titik, Bengkulu 39 titik, Kepulauan Riau 29 titik, Sumatera Barat 21 titik, dan Sumatera Utara 8 titik.
Di Provinsi Riau sendiri, sebaran titik panas merata di hampir seluruh kabupaten/kota dengan rincian sebagai berikut:
- Indragiri Hilir: 79 titik
- Indragiri Hulu: 42 titik
- Bengkalis: 35 titik
- Kepulauan Meranti: 28 titik
- Pelalawan: 27 titik
- Siak: 12 titik
- Kuantan Singingi: 6 titik
- Rokan Hulu: 3 titik
- Kampar: 1 titik
- Kota Pekanbaru: 1 titik
Dengan masih masih tingginya jumlah titik panas yang terpantau hingga pukul 23.00 WIB malam sebelumnya, kondisi udara di wilayah Riau diprakirakan akan diselimuti udara kabur sepanjang hari. BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar wilayah rawan hotspot, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak buruk kesehatan akibat kabut asap.
Sumber: riauaktual.com














