Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi industri sawit Indonesia saat ini membutuhkan dukungan penelitian dan pengembangan yang diperlukan dari program riset BPDPKS. Sebenarnya saat ini sudah bagus BPDPKS dalam pembiayaan riset di sektor hulu karena Gapki sudah merasakan, contoh yang sekarang sedang berjalan adalah mengenai mendatangkan bahan tanaman dan serangga penyerbuk dari Afrika Barat.
“Harus diakui bahwa program riset meningkatkan produktivitas nasional. Hanya waktu itu sempat ada bebera pariset yang bukan langsung terapan, tapi sekarang sudah bagus BPDPKS hanya membiayai riset - riset terapan. Saat ini sudah berjalan bagus dengan program riset terapan jangan hanya untuk menaikkan cum sipeneliti saja,” kata Eddy.
Selain itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menjelaskan bahwa peremajaan sawit rakyat (PSR) perlu dilakukan untuk mendongkrak produksi sawit lokal karena itulah perlu dilakukan penyederhanaan regulasi. Menurut Eddy, penyederhanaan regulasi untuk industri sawit termasuk PSR menjadi penting saat ini untuk menjadi solusi terhadap penurunan produksi. Ia pun mengingatkan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi eksportir terbesar untuk komoditas ini, namun juga mendominasi menjadi konsumen produk turunan kelapa sawit juga.














