Jakarta, SAWIT INDONESIA – Setelah mengalami pelemahan sepanjang pekan lalu, harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) pada tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mulai menunjukkan performa positif sepanjang pekan ini.
Walaupun sempat dibuka dengan pelemahan tipis di awal pekan, harga komoditas unggulan ini berhasil rebound dan konsisten menguat hingga penutupan pasar di akhir pekan, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun redaksi dari hasil tender KPBN periode 8–12 Juni 2026, harga CPO untuk posisi Franco Belawan dan Dumai (tidak termasuk PPN) mencatatkan kenaikan total sebesar Rp275/kg jika dibandingkan dengan harga pembukaan pekan ini.
Pertemuan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman dengan pelaku usaha industri sawit membawa tren positif. Menurutnya, penurunan harga TBS yang terjadi beberapa waktu terakhir merupakan sebuah anomali. Di tengah kenaikan harga CPO dunia dan penguatan dolar AS yang mencapai lebih dari 10 persen terhadap rupiah, harga TBS justru sempat mengalami penurunan hingga sekitar 17 persen di sejumlah wilayah.
“Kami punya data. Harga CPO dunia naik 47 persen, kurs dolar naik lebih dari 10 persen, tetapi harga TBS justru turun. Ini anomali. Tidak ada alasan harga tidak kembali normal, bahkan harusnya naik sekitar 10 persen dari harga sebelumnya,” ujarnya.
Pada perdagangan Senin (8/6) hingga Selasa (9/6), harga CPO sempat mengalami tekanan minor dan tertahan di level Rp15.155/kg. Namun, memasuki pertengahan pekan, tepatnya Rabu (10/6), pasar kembali bergairah dengan kenaikan Rp70/kg menjadi Rp15.225/kg.
Akselerasi kenaikan paling signifikan terjadi pada perdagangan Kamis (11/6). Harga CPO melonjak tajam sebesar Rp175/kg, yang membawa harga langsung menembus level Rp15.400/kg. Tren positif ini terus berlanjut hingga Jumat (12/6), di mana tender ditutup pada angka Rp15.450/kg.














