Berita Terbaru
Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXI)
Perubahan Penggunaan Lahan untuk Hutan, Perkebunan dan Penggunaan Lain di Indonesia (Juta Hektar)
Land Use
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
Huatan Lindung
31,7
31,8
31,6
31,6
31,6
31,6
32,0
32,2
Hutan Suaka Alam
23,1
23,6
23,3
23,3
23,3
23,3
24,4
26,1
Hutan Produksi Terbatas
22,9
21,7
22,5
22,5
22,4
22,4
22,8
22,8
Hutan Produksi Tetap
36,0
35,8
36,6
36,7
36,7
36,7
33,9
34,1
Hutan Buru
-
-
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
-
Hutan Produksi Dapat Dikonversi
23,0
14,1
22,8
22,8
22,7
22,7
21,0
20,9
Total Hutan
136,7
127,0
137,1
137,1
136,9
136,9
134,3
136,2
Perkebunan kelapa sawit
5,3
5,4
6,6
6,7
7,4
7,8
8,4
9,0
Perkebunan Lain
12,3
12,5
12,0
12,2
11,9
12,2
12,1
12,3
Pertanian dan Pemukiman
35,3
44,7
33,88
33,66
33,44
32,7
34,8
32,1
Total Land Area
189,6
189,6
189,6
189,6
189,6
189,6
189,6
189,6
Sumber: BAPPENAS (2013), Statiskik Indonesia dan Kementerian Pertanian (2013)
Luas perkebunan kelapa sawit pada tahun 2011 hanya 9 juta hektar atau hanya 4 persen dari land area, Bahkan lebih rendah dari lahan padi di Indonesia yang luasnya 13,4 juta hektar maupun perkebunan lainnya(12 juta hektar). Dengan fakta yang demikian adalah tidak berdasar tuduhan yang menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit Indonesia menggerogoti hutan. Luas hutan di Indonesia relatif stabil pada 136 juta hektar sementara perkebunan kelapa sawit baru mencapai 9 juta hektar.
Perlu dicatat bahwa sebagian besar hutan lindung di Indonesia berada pada ketinggian wilayah (dari permukaan laut) yang sudah diluar comfrot zone kelapa sawit (dataran Tinggi). Dengan kata lain, hutan dan perkebunan kelapa sawit hidup berdampingan pada tempat masing-masing. Kedua bagaian penting dari upaya pelestarian lingkungan khususnya penyerapan CO2 ekosistem global.
Sumber : GAPKI














