Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kegiatan perkebunan kelapa sawit menciptakan multiplier effect, terutama dalam lapangan pekerjaan dan peluang berusaha. Pembangunan perkebunan kelapa sawit telah memberikan dampak ekonomi secara berantai. Misalnya, sektor perkebunan memberikan kontribusi pembangunan di pedesaan, sehingga dapat menekan ketimpangan ekonomi antar wilayah.
Bahkan, salah satu penelitian yang dilakukan Apriyanti (2020) dengan judul ‘Dampak Berdirinya Perusahaan Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar’, menunjukkan dampak keberadaan perusahaan kelapa sawit di Desa Blankahan secara sosial dan ekonomi membawa banyak dampak positif. Adapun dampak positif terhadap kondisi sosial terlihat pada Pembangunan Fasilitas Umum, Pendidikan, Kesehatan dan Terhadap Pranata Sosial Lembaga- Lembaga masyarakat.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Yudison, salah satu warga dari Desa Long Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Keberadaan PT Karyanusa Ekadaya (KED), anak usaha Astra Agro Lestari memberikan dampak positif, sebab ada multiplier effect yang dirasakan masyarakat sekitar.
Yudison yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), bisa bekerja dan berkarir di PT KED, yang beroperasi di Kalimantan Timur. Bahkan, pria berdarah Dayak Kahan ini, tak pernah menyangka, kini bisa menjadi Asisten Tanaman.
Yudison pun mengakui awal dirinya masuk perusahaan sawit karena bertemu dengan teman semasa kecilnya yang bekerja di anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. Yakni PT Subur Abadi Plantations (SAP). Melihat temannya yang memiliki gaji menggiurkan, kemudian tertarik untuk ikut bekerja juga di perusahaan itu.
“Saat mengikuti seleksitidak percaya diri, merasa tidak mungkin lolos jika melamar kerja. Namun, dengan tekad yang kuat, memberanikan diri untuk melamar pekerjaan di PT KED. Beruntung, diterima sebagai Mandor. Hingga kemudian dipromosikan ke posisi lebih tinggi,” kenangnya.
“Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab menjadi kunci dalam bekerja dan berkarir di perusahaan. Sejak kecil, kami sudah dilatih bertanggung jawab, ini didikan di keluarga,” imbuh Yudison.
Di tahun 2013, Yudison lebih serius dalam bekerja dan ingin berkontribusi lebih pada perusahaan. Kebetulan, grup perusahaan tempatnya bekerja itu memotivasi produktivitas karyawan dengan cara memberi penghargaan.
“Dari situ aku kenal yang namanya perjuangan untuk mengejar karir. Apabila karyawan bekerja dengan baik, tidak perlu minta imbalan. Perusahaan pasti akan memberikan penghargaan,” kata Yudison.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, di tahun 2014, Yudison mencatatkan kinerja yang membanggakan di PT KED. Dirinya mampu menjawab tantangan yang diberikan oleh perusahaan. Kepercayaan perusahaan terus bertambah, yang kini menjadi Asisten Tanaman.
Keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit berdampak pada Desa Long Melah yang berlokasi di sekitar perusahaan Grup Astra Agro.Desa tersebut mengalami kemajuan.
Yudison menceritakan bagaimana perusahaan Astra Agro Lestari masuk ke Desa Long Melah hingga membantu kemudahan akses bagi masyarakatnya.
“Kita kalau mau ke Wahau SP saja bisa perjalanan 6 jam, bisa seharian. Setelah adanya anak perusahaan Astra Agro Lestari, pembukan jalannya jadi lebih cepat dibanding lewat sungai,” ujar Yudison.
Tidak hanya itu, Yudison juga mengatakan bahwa desanya pun mengalami peningkatan ekonomi. Hingga akhirnya perusahaan listrik negara berani masuk karena sudah banyaknya masyarakat di desa tersebut.
“Kita lihat sekarang, mobil hampir semua terparkir depan rumah orang. Kalau kendaraan motor ini jangan ditanya, semua rumah pasti punya. Berbeda, antara dulu dan sekarang dalam hal kepemilikan kendaraan, misalnya. Kini, hampir setiap rumah pasti memiliki sepeda motor. Setidaknya itulah perkembangan yang kita rasakan sekarang di kampung, kondisi berubah jauh dalam 12 tahun yang lalu,” ungkap pria berdarah Dayak.
Kini, masyarakat dari luar desa Long Melahbanyak yang datang. Awalnya hanya bekerja, kemudian menetap. Beberapa dari mereka juga ada yang pindah domisili karena merasa mempunyai peluang untuk bekerja dekat perusahaan sawit.
“Kami berharap hubungan antara perusahaan dan masyarakat akan terus berjalan lancar. Adanya kerjasama antara pihak desa dengan perusahaan yang membuat kesejahteraan untuk masyarakat sekitar,” pungkas Yudison.














